16 Jul 2016 | 23:46 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Adzan

Rakyat Turki penuhi jalan-jalan melawan upaya kudeta. Foto: twiter Rakyat Turki penuhi jalan-jalan melawan upaya kudeta. Foto: twiter

SUARA adzan berkumandang pada Jumat (15/7) tengah malam waktu Turki. Ini jelas bukan panggilan untuk sholat. Dan suara adzan di tengah malam jelas bukan suatu kelaziman di mana pun, termasuk di Turki.

Masjid-masjid di Turki mengumandangkan adzan itu. Bukannya mendatangi masjid untuk sholat, warga Turki malah turun ke jalan memenuhi panggilan adzan itu.

Adzan dikumandangkan dari masjid-masjid di Turki hanya beberapa saat setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pesan melalui video ponsel agar rakyat Turki turun ke jalan menentang upaya kudeta yang dilakukan sekelompok kecil militer Turki.

“Saya mendorong rakyat untuk turun ke jalan dan bandara. Saya tidak pernah percaya ada kekuatan besar lebih besar daripada kekuatan rakyat,” kata Erdogan dalam pesan videonya.  

Ribuan rakyat Turki  berbodong-bondong turun ke jalan. Mereka bukan saja melakukan protes terhadap upaya kudeta, tetapi mereka juga mengadang kendaraan militer yang dipakai untuk mendukung kudeta.

Warga tanpa rasa takut mengadang tank-tank yang dipasang militer pendukung kudeta untuk memblokade jalan. Warga terus merangsek mendekati tank-tank itu tanpa rasa takut, meskipun sejumlah personil milter melepaskan tembakan ke udara untuk membubuarkan kerumunan massa.

Warga juga mendatangi gedung-gedung vital yang dikuasai kelompok kudeta. Meski dengan tangan kosong, warga masuk gedung dan melakukan perlawanan terhadap pesonil militer yang menguasai gedung-gedung itu.

Warga minta personil militer untuk menyerah. Ada yang memang menyerah. Namun ada juga yang nekat melakukan perlawanan.

Dalah sebuah gambar yang beredar melalui media sosial bahkan ada kendaraan lapis baja yang nekad melabrak rakyat, menghantam mobil, dan pepohonan. Sejumlah warga tewas dan luka-luka tertabrak tank tersebut. Meski begitu warga tidak gentar dan terus mengejar kendaraan lapis baja itu.

Panggilan adzan nampaknya membangkitkan keberanian mereka untuk melawan upaya culas sekelompok kecil militer yang ingin merebut kekuasaan dari pemerintahan yang terpilih secara demokratis.

Sekitar 160 warga tewas dalam aksi menentang kudeta ini. Sejumlah lainnya luka-luka. Namun mereka yang tewas menjadi martir bagi tegaknya demokrasi di Turki.     


BERITA TERKAIT