11 Dec 2016 | 08:59 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Amandemen Undang-Undang Dasar  NRI 1945 Sesuai Kebutuhan dan Dinamika Kebangsaan

Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Tb Soenmandjaja menyampaikan sosialisasi empat pilar MPR RI di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jabar, Sabtu (10/12). Foto: IST Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Tb Soenmandjaja menyampaikan sosialisasi empat pilar MPR RI di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jabar, Sabtu (10/12). Foto: IST

Tajuk.co BOGOR – Amanademen terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945 disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika yang terjadi di masyarakat. Karena itu dalam penjalanan sejarah bangsa Indonesia telah terjadi beberapa kali amandemen UUD NRI 1945.

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tb Soemandjaja Rukmandis mengungkapkan hal itu saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupate Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/12/2016). Dalam kesemdpatan sosialisasi di Dapil Jabar V tersebut,   Tb Soenmandjaja didampingi Kepala Desa Tegal, Elismayanti.

“Amandemen terhadap UUD NRI 1945 adalah kebutuhan atas dinamika kebangsaan dan kenegaraan Indonesia yang kaya akan budaya tradisi, bahasa, dan karakter manusianya,” kata Soemandjaja di hadapan peserta sosialisasi yangterdiri atas pengurus RT, RW, dan warga Desa Tegal.

Lebih lanjut Soemandjaja menyatakan, sebagai buah tangan dan pemikiran manusia,  UUD juga mengikuti dinamika yang terjadi di masyarakat. Karenanya diperlukan perubahan agar menjadi solusi dari permasalahan kebangsaan.

“Sepeti masalah narkoba, pendidikan, Pilpres, Pilkada, dan persoalannya lainnya kan terus berkembang. Pilkada dulu tidak langsung, memilihnya lewat DPRD, sekarang rakyat yang langsung memilih. Ini bisa terjadi karena adanya perubahan dalam UUD,” jelas dia. (JOK)


BERITA TERKAIT