29 Dec 2013 | 10:24 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Angka Kematian Bayi di Aceh Terus Meningkat

Gizi buruk sebabkan tingginya angka kematian bayi di Aceh. Foto: acehterkini Gizi buruk sebabkan tingginya angka kematian bayi di Aceh. Foto: acehterkini

Tajuk.co BANDA ACEH – Dinas Kesehatan Provinsi Aceh mencatat, kematian bayi meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari angkat kematian bayi yang mencapai 1.034 kasus pada 2013. Angka kematian ini naik sekitar 5 persen dibandingkan angka pada tahun 2012 yang berjumlah 985 bayi.

Kecukupan gizi sangat mempengaruhi kehidupan bayi dan anak-anak di bawah usia lima tahun. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2010 menunjukkan, 23,7 persen anak Aceh mengalami gizi buruk dan kurang gizi. Kondisi ini berpengaruh besar pada angka kematian bayi.

Kepala Seksi Kesehatan Ibu Anak dan Gizi Dinas Kesehatan Aceh Sulasmi menyebutkan, kematian bayi di Aceh banyak diakibatkan kekurangan gizi, baik kala janin masih berada di dalam kandungan atau pun usia bayi masih di bawah satu tahun

"Lebih 45 persen bayi mati karena kekurangan gizi," kata Sulasmi saat membahani peserta Workshop Strategi Komunikasi untuk Pembangunan dalam Pengurangan Stunting di Aceh, yang diselenggarakan Katahati Institute bekerjasama dengan Unicef Perwakilan Aceh di Banda Aceh, Sabtu (28/12).

Menurut Sulasmi, gizi buruk, selain menyebabkan kematian bayi, juga berpengaruh pada perkembangan tubuh dan otak anak. Anak akan lebih pendek 4,6 sentimeter pada saat dewasa nanti.

"Anak-anak akan mengalami stunting," kata Sulasmi. (IBL) 

 

 


BERITA TERKAIT