09 May 2017 | 15:37 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Anies Tegaskan Tim Sinkronisasi Belum Ada Personilnya

Cagub DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan Cagub DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan

JAKARTA - Untuk membantu kerja Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih nantinya, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengumumkan adanya rumah partisipasi. Rumah partisipasi itu nantinya akan menampung keluhan dari masyarakat.

Gubernur terpilih Anies Baswedan mengatakan, dirinya akan menerima masukan dan laporan dari masyarakat. Masukan itu akan digunakan pada masa kepemimpinannya. "Silakan datang dan laporkan," ucapnya.

Meski demikian, rumah partisipasi itu bukan untuk menampung keluhan yang terjadi saat ini. Menurut Anies, untuk masalah yang ada saat ini masih kewenangan dari Pemprov DKI saat ini. "Tapi untuk besok, sampaikan ke kami," ujarnya di Rumah Partisipasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

Rumah partisipasi itu bagi Anies adalah rumah perjuangan. Wajar, sebab rumah partisipasi yang digunakan adalah milik Ali Sadikin. "Almarhum Ali Sadikin tinggal di sini dan rumahnya selalu terbuka untuk masyarakat," terangnya.

Tak hanya itu, rumah itu juga dijadikan sebagai dasar demokrasi di Indonesia. Bahkan petisi 50 juga ditandatangani di rumah Ali Sadikin. "Makanya kami ingin menggunakan rumah ini sebagai tempat perjuangan," ujarnya.

Selain itu, Anies-Sandi juga membentuk sejumlah tim. Yakni tim pengarah, tim pakar, dan tim sinkronisasi. Tim pengarah bekerja untuk memayungi aspirasi dari masyarakat yang diungkapkan selama kampanye. "Tim ini diketuai Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso, sementara Mardani Ali Sera dan Boy Sadikin sebagai wakil ketua," ujarnya.

Selain itu, juga ada tim pakar. Tim pakar itu, lanjut Anies, adalah tim pakar yang sudah ada. "Tugasnya adalah mengumpulkan data selama kampanye," ucapnya.

Kemudian, ada tim sinkronisasi. Tim itu juga bertugas untuk program yang dimasukkan ke dalam APBD. Program itu dimasukkan lewat aspirasi warga. "Tim ini nantinya akan bekerja bersama Pemprov, DPRD, dan Swasta," tambahnya.

Sementara terkait komunikasi, Anies-Sandi sudah menunjuk tiga orang yang akan menjadi juru bicara. Ketiga orang itu adalah Naufal Firman Yursak, Hartono Iggi Putro, dan Alexander Yahya Datuk. "Semua urusan komunikasi Anies-Sandi, tim pengarah, dewan pakar dan tim sinkronisasi melalui jubir," ucapnya.

Saat ini, lanjut Anies, sudah ada sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota tim sinkronisasi. Bahkan sudah ada yang datang ke sejumlah SKPD. Anies memastikan bahwa saat ini tim sinkronisasi belum diumumkan, belum ada personilnya. "Apabila ada yang mengaku, itu tidak benar, dan jangan segan-segan ditolak" tegasnya. (FHR)


BERITA TERKAIT