30 Dec 2018 | 08:08 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Buntut Kekalahan di Pilgub Jateng, PDIP Brebes Ricuh

Tajukco BREBES –  Rapat koordinasi DPC PDIP Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018) ricuh. Rapat yang sedianya membahas perekrutan saksi untuk Pemilu 2019 itu dibubarkan ratusan massa. 


Kericuhan tersebut merupakan buntut kekecewaan para pendukung Ketua DPC PDIP Brebes, Indra Kusuma, yang merasa tidak dilibatkan dalam penyelenggaraan rapat tersebut.

Wakil Ketua DPC PDIP Brebes, Cahrudin menyampaikan, ratusan massa tersebut meminta agar Indra Kusuma diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan pada rapat koordinasi itu. Namun 13 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang hadir menolak permintaan itu.


"Indra Kusuma ingin meminta waktu untuk memberikan sambutan. Tapi 13 PAC tidak setuju, sehingga saya tolak," kata Cahrudin, yang juga ketua panitia rapat.

Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, massa mulai merangsek masuk dan membubarkan rapat. Mereka mengusir peserta rapat dan membantingi kursi.

Menurut Cahrudin, massa yang berjumlah sekitar 200 orang, yang sebagian berseragam partai berlogo banteng itu membuat jalannya rapat menjadi kacau, sehingga ia terpaksa menghentikan rapat dan peserta membubarkan diri.

Menyikapi tuduhan tidak melibatkan Ketua DPC PDIP Brebes, Cahrudin menyatakan, pelaksanaan rapat itu atas dasar i instruksi DPP PDIP nomor 4883/ in/ dpp/ 11/2018. Surat itu diterima 22 November 2018 lalu, yang memerintahkan setiap DPC melaksanakan rapat persiapan rekrutmen saksi dalam mempersiapkan pemilu serentak.

Cahrudin menerangkan, PAC sejatinya menunggu perintah untuk melaksanakan rapat sesuai instruksi DPP. Namun karena tidak ada jawaban dari Ketua DPC, 13 dari 17 PAC memberi amanat kepadanya untuk menggelar rapat tersebut.

Cahrudin bersama 13 PAC tidak ingin kekalahan calon PDIP di Brebes pada Pilgub lalu terulang. Dia menilai, di Pilgub Jateng Pasangan Ganjar-Yasin kalah cukup telak atas pasangan Sudirman-Ida di Brebes karena Indra tidak lakukan langkah apapun untuk pemenangan.

“Kami tidak ingin kalah dalam pemilu 2019," tegas dia. (TON)

 


BERITA TERKAIT