19 Jul 2017 | 07:54 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Dekat dengan Jakarta, Ini Dia 5 Kuliner Jadul Asal Bogor

Tajuk.co -- Bogor memang memberikan banyak alasan bagi wisatawan untuk mengunjunginya. Selain beragam destinasi wisata alam maupun buatan, kuliner menjadi alasan penting bagi wisatawan untuk melancong ke kota hujan ini.

Berbagai kuliner tradisional hingga modern dapat dinikmati di sini. Justru karena ramainya pelancong, kuliner-kuliner tradisional masih dapat bertahan meski sudah berusia puluhan tahun. Kuliner lawas tersebut memang kerap membuat pelanggannya merasa kangen.

1. Bir Kotjok

Walaupun bernama bir, minuman tradisional ini tidak memabukkan, justru memiliki khasiat baik untuk kesehatan. Walaupun disajikan dengan es batu, minuman tersebut tetap terasa hangat di tenggorokan. Terkadang ada pula yang membeli tanpa es batu.

Untuk menemuinya, Anda dapat berkunjung ke Jalan Suryakencana, tepatnya setelah perempatan Gang Aut, sebelah kiri jika ke arah puncak.

2. Lumpia Basah

Berbeda dengan Lumpia Semarang yang berisikan rebung, telur dan cacahan udang, Lumpia Basah Bogor menggunakan cacahan bengkuang, tauge, tahu, ebi giling juga telur.

Lumpia pun tidak digulung dan digoreng, melainkan disajikan di atas adonan kulit. Oleh karena itu namanya lumpia basah. Aroma ebi atau udang kecil yang khas pun tercium ketika kulit dirobek.

3. Cungkring

Cungkring merupakan salah satu panganan khas Bogor yang hanya ada di beberapa tempat. Sekilas dari namanya mungkin kurang menggugah selera, tetapi ketika disajikan dijamin Anda tak sabar menyantapnya. Berbahan dasar kaki sapi, hidangan ini dijajakan menggunakan panggulan.

Penyajiannya, bagian kikil, kulit, urat, atau dampal di potong-potong kecil diatas kertas nasi dan daun pisang. Kemudian diberi potongan lontong buatannya dan potongan keripik tempe, sebelum diguyur bumbu kacang dan cabai.

Bumbu kacangnya seperti kupat tahu, butiran kacang yang digiling kasar masih terasa di gigitan, cabai merah dan hijau pun menghiasinya. KompasTravel pun menggunakan keripik tersebut sebagai sendok dan menyantapnya bersamaan dengan kikil dan lontong. Benar-benar kombinasi yang pas.

4. Es Pala

Bermula dari tahun 1950-an, citarasanya masih diakui hingga saat ini oleh lintas generasi. Cuaca di perkotaan membuat kesegaran yang tertuang dari segelas es pala berkhasiat ini ternyata tak lekang oleh zaman. Terhitung sudah tiga generasi yang melakoni kuliner tradisional ini.

Anda dapat mencoba langsung khasiatnya ke tenda sederhana “Es Pala Pak Ujang”, tepat di perempatan awal masuk Gang Aut. Lapaknya buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00.

5. Laksa Bogor

Hidangan yang satu ini memang tersohor sejak puluhan tahun lalu. Kuah kuning berampas yang kaya akan rempah menjadi ciri khas hidangan tersebut.

Laksa adalah makanan berjenis mi yang ditaruh bumbu dengan kebudayaan Peranakan, yang digabung dengan elemen Tionghoa dan Melayu. Laksa mempunyai beberapa jenis. Di Indonesia juga terdapat beberapa jenis laksa seperti Laksa Bogor dan Laksa Betawi. Nama Laksa diambil dari bahasa Sanskerta yang mempunyai arti banyak, menunjukkan bahwa mi Laksa dibuat dengan berbagai bumbu. (FHR)


BERITA TERKAIT