18 Sep 2017 | 06:49 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Fakta Soal Pil PCC, Ternyata....

Tajuk.co -- Masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dikejutkan dengan puluhan remaja yang masuk unit gawat darurat di beberapa rumah sakit. Remaja-remaja tersebut diketahui mengalami gangguan mental usai mengonsumsi obat PCC. Lalu apa itu obat PCC?

PCC merupakan singkatan dari Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol, yang merupakan kandungan untuk menghilangkan rasa sakit, meredakan nyeri, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi rasa sakit pada pasien fibromyalgia.

Obat PCC termasuk ke dalam kategori obat keras, dan tidak diperjualbelikan secara bebas. Artinya, penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan dokter. Pasalnya, jika dikonsumsi dalam jumlah tidak tepat, obat PCC dapat memberikan efek samping berupa kejang-kejang, mual, dan sakit di sekujur tubuh.

Lebih parahnya, kandungan carisoprodol yang terdapat pada obat PCC berpotensi menimbulkan ketergantungan. Selain itu, senyawa tersebut juga diketahui dapat mengurangi kemampuan fisik dan mental seseorang.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 6171/A/SK/73/ tanggal 27 Juni tahun 1973 tentang Tambahan Obat Keras Nomor Satu dan Nomor Dua, carisoprodol termasuk jenis obat keras.

Carisoprodol pertama kali mendapatkan izin edar dari Badan POM sebagai obat Somadril. Namun pada tahun 2014, BPOM menarik dan membatalkan izin edarnya, karena banyak kasus penyalahgunaan sejak tahun 2000.

Jangan sampai lengah. Tetap waspada serta jaga diri Anda dan keluarga. Jangan sampai terkecoh dengan iming-iming apa pun terkait penggunaan obat PCC, terlebih jika tanpa resep dokter. (FHR)


BERITA TERKAIT