06 Dec 2018 | 14:30 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Terkait Sanksi AS ke Iran

Kanada Tahan Putri Pemilik Huwaei

Sabrina Meng Wanzhou. Foto: jqknews Sabrina Meng Wanzhou. Foto: jqknews

VANCOUVER – Putri pemilik perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei, Sabrina Meng Wanshou ditahan di Kanada sejak 1 Desember 2018 lalu. Selanjutnya, Meng yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan Huwaei akan diekstradisi ke AS.

Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan penahanan Meng. Kementerian Hukum Kanada hanya menyatakan, Meng dicari untuk diekstradisi ke AS.

Namun media AS melaporkan, otoritas AS tengah melakukan investigasi kemungkinan pelanggaran yang dilakukan Huwaei terkait sanksi AS terhadap Iran. Namun belum ada keterangan jenis pelanggaran yang dilakukan tersebut.

New York Times melaporkan Departemen Perdagangan dan Perbendaharaan AS telah memanggil Huwaei atas dugaan pelanggaran terkait sanksi AS terhadap Iran dan Korea Utara. Anggota parlemen AS bahkan berulang kali menyatakan Huwaei menjadi ancaman terhadap keamanan nasional AS. Alasannya, teknologi yang digunakan perusahaan ini dapat digunakan untuk kegiatan mata-mata oleh pemerintah China.

Penahanan ini terjadi di masa sensitif dalam hubungan China-AS. Seperti diketahui kedua negara tengah terlibat perang dagang yang menyebabkan pengenaan tarif jutaan dolar atas masing-masing produk.

Penahanan ini dikhawatirkan mengganggu proses gencatan tarif selama 90 hari yang disepakati pimpinan tertinggi kedua negara, Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam forum G20 baru-baru ini. (HIP)


BERITA TERKAIT