24 Dec 2018 | 07:25 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Sudirman Said:

Kita Punya Presiden, Tapi Tidak Punya Kepala Negara

Sudirman Said bersama Rockiy Gerung, Bambang Widjajanto, dan M Said Didu dalam seminat antikorupsi di Brebes, Minggu (23/12). Foto: IST Sudirman Said bersama Rockiy Gerung, Bambang Widjajanto, dan M Said Didu dalam seminat antikorupsi di Brebes, Minggu (23/12). Foto: IST

Tajuk.co BREBES -- Korupsi makin merajalela karena tidak ada kepala negara yang mengatur kehidupan bernegara.

Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said menyatakan itu dalam diskusi dengan tema Korupsi dan Kepemimpinan Nasional, Minggu (23/12) di Padepokan Sudirman Said di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah.

"Kita punya Presiden tapi tidak memiliki Kepala Negara. Jadi tidak ada yang mengatur kehidupan bernegara," terang Sudirman dalam diskusi, yang juga dihadiri Rocky Gerung, Bambang Widjajanto, dan Said Didu itu.

"Presiden banyak mengurusi infrastruktur. Ngurusi semen. Ngurusi hal-hal yang remeh temeh. Sehingga hal-hal besar, seperti pemberantasan korupsi tidak tersentuh," imbuh dia.

Sudirman juga menyoroti soal kegiatan Presiden yang banyak melakukan peresmian proyek infrastruktur dan foto-foto. Juga soal bagi-bagi sertifikat kepada masyarakat.

"Kalau kerjanya foto-foto, bagi-bagi sertifikat, kapan ngurus negaranya. Kalau bagi-bagi sertifikat serahkan saja kepada Pak Lurah. Terlalu berharga waktu Presiden kalau hanya keliling ke mana-mana membagikan sertifikat," tandas dia.

Sementara Said Didu menjelaskan, proyek infrasruktur ada dua jenis. Pertama, infrastruktur dasar seperti irigasi, puskesmas, jalan desa, sekolah. Infrastruktur dasar dibiayai oleh APBN.

"Kedua infrasruktur komersial, seperti jalan tol. Ini dibiayai oleh investor. Sumber dananya macam-macam, tapi sebagian besar dari dana utang," jelas mantan Sekretaris Meneg BUMN ini.

"Jadi rakyat yang menggunakan infrastruktur tersebut yang membayar utang itu," katanya lagi. (HIP)


BERITA TERKAIT