26 Jul 2015 | 05:09 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Kupatan Jepara Berlangsung Seru

Kupatan Lebaran Jepara Kupatan Lebaran Jepara

Tajuk.co, JEPARA  – Pesta lomban kupatan yang biasa digelar masyarakat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, setiap bulan syawal mendapat respons masyarakat menyusul padatnya pengunjung yang ingin menyaksikan lomban pada Sabtu (25/7/2015) kemarin.

Meskipun acara baru dimulai pukul 07.30 WIB, ribuan pengunjung sudah memadati di sepanjang tepi pantai Jepara, termasuk di TPI Ujung Batu tempat digelarnya prosesi awal sebelum pelarungan. Akibatnya, petugas keamanan harus turun tangan menjaga ritual tahunan terdesebut berjalan lancar.

Setelah kapal pengangkut sesaji kepala kerbau, ingkung (ayam utuh), jajanan pasar, kupat, lepat diberangkatkan yang di dalamnya terdapat Bupati Jepara Ahmad Marzuki dan pejabat Forkompinda, kapal nelayan lain yang sarat peserta lomban ikut berangkat mengiringi kapal utama.

Sejak berangkat dari tepi pantai sekitar pukul 08.00 WIB, sejumlah aparat keamanan dari Polres Jepara, Dinas Perhubungan Jepara, dan Tim SAR berulang kali mengingatkan nakhoda kapal maupun perahu yang berjumlah ratusan untuk berhati-hati dan memperhatikan keselamatan penumpang.

Menanggapi antusiasme masyarakat, Bupati Jepara Ahmad Marzuki mengaku, senang masyarakat bisa menikmati proses lombang kupatan yang ditandai larung sesaji berlangsung lancar. Usai lomban, dia berharap, para nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang lebih baik.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Mulyaji menambahkan bahwa prosesi lomban kupatan dengan ditandai larung kepala kerbau dalam rangka melestarikan adat istiadat masyarakat Jepara setiap Syawal.

Selain sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas tangkapan hasil laut selama setahun, katanya, ritual tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi lokal. “Adanya promosi potensi yang ada di Jepara nantinya diharapkan bisa berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dalam penyediaan sesaji kepala kerbau, kata dia, ada perbedaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena terlebih dahulu dikirab. Penyembelihan kerbau, kata dia, dilakukan sendiri oleh Bupati Jepara.

Pelarungan sesaji di Perairan Jepara yang dipimpin oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuki dilakukan pada hari Sabtu (25/7) sekitar pukul 08.00 WIB setelah menempuh perjalanan laut sekitar 30 menit dari tempat pelelangan ikan (TPI) di Keluarahan Ujung Batu, Kecamatan Kota, sebagai tempat kegiatan prosesi awal sebelum pelarungan.

Lomban biasanya diawali dengan ziarah ke makam Encik Lanang di Pulau Kelor (sekarang pantai Kartini) dan makam Mbah Ronggo di Pantai Ujung Batu, dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan terakhir pelarungan sesaji (kepala kerbau) sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan serta harapan akan rezeki yang baik pada masa datang. (DWI)


BERITA TERKAIT