17 May 2015 | 04:59 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Mandeh Jadi Program Nasional Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu

Gubernur Sumbar dan Kepala Bappenas Adrinof Gubernur Sumbar dan Kepala Bappenas Adrinof
Tajuk.co, PADANG - Program Nasional Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh, bagaimana kawasan pariwisata ini menjadi yang terbaik di Asis Tenggara. Ini juga merupakan kawasan wisata bahari pantai barat Sumatera Indonesia. 

Ini disampaikan Menteri PPN Bappenas RI Andrinof H Chaniago ketika membuka secara resmi acara Mandeh Joy Sailing 2015 dan Festival Mandeh 2015 di Kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, Sabtu siang (16/5).
Hadir juga dalam kesempatan tersebut Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Bupati Nasrul Abit, Walikota Padang Mahyeldi, Danlantamal II, Forkopinda, beberapa pejabat eselon I dan II di kementerian Pariwisata dan Bappenas, serta beberapa kepala SKPD dilingkungan Pemprov. Sumbar. 
Andrianof lebih jauh menyampaikan, kita pantas bersyukur dengan keindahan alam yang dimiliki Sumatera Barat, terutama kawasan Mandeh ini sebagai anugrah dari Allah SWT, yang jika dapat kita kelola dengan baik akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mampu pula memberikan kontribusi perkembangan ekonomi di daerah ini dan Indonesia. 

Untuk memajukan kawasan ini kita perlu serius, kerja keras dan mesti dibarengi dengan kegigihan. Selama ini kita tahu informasi tentang kawasan Mandeh ini sangat minim, dan hari ini telah mulai mendunia dalam informasi yang berkembang hari ini, ujarnya

Andrianof juga menyampaikan, program nasional Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Mandeh memiliki konsep pariwisata berbasis masyarakat dan pengembangan ekonomi kepariwisataan. Karena itu kita mengajak semua komponen masyarakat di daerah ini agar mendukung dan bekerjasama dalam memajukan kawasan wisata ini secara baik dan optimal. 

Kita perlu jauhkan diri dari praktek premanisme, Kawasan mandeh mesti "Zerro Premanisme ", sehingga kawasan ini menjadi kawasan yang aman dan tentram untuk dikunjungi oleh siapa saja. Untuk itu pendekatan dan pendidikan masyarakat di daerah ini mesti juga kita bangun seiring dengan pengembangan dan pembangunan infrastruktu kawasan ini. 

Insya Allah Presiden Joko Widodo akan datang ke Mandeh. Mari bersama-sama kita hancurkan penghalang, kemajuan dikawasan ini, sebagai suatu tekad bersama memajukan dan meningkatkan sejahteraan masyarakat, himbaunya. 

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya juga menyampaikan, kawasan ini memiliki nilai istimewa "A". Kita berharap akses jalan 42 km menuju lokasi ini tuntas tahun 2017. Kawasan Mandeh ini akan mampu menyaingi lokasi-lokasi pariwisata bahari di Indonesia maupun dunia. 

Kedepan untuk macu pertumbuhannya perlu kita bentuk holding, sehingga akan mampu meraih pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mungkin akan butuh lebih dari Rp. 1,5 Triliun dalam pembanguan pengembangan ini. Dan hasilnya tentu berdampak besar bagi kemajuan pembangunan pariwisata secara Nasional. "Kita Yakin jika Presiden Datang, semua akan beres," serunya. 
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan, mengucapkan terima kasih atas para menteri yang penuh peduli akan pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan. Terutama Bapak Andrianof Chaniado Menteri PPU Bappenas RI sebagai sikap yang peduli kampuang halaman. 

Begitu banyak sesungguhnya potensi wisata di Sumatera Barat, wisata alam, wisata budaya, wisata Religi dan wisata kuliner. Hal ini merupakan sesuatu yang cukup baik dimana satu sama lainnya memberikan keindahan dan kepuasan tersendiri dalam pengembangan pariwisata di Sumatera Barat. 

Sebutlah Danau Maninjau, Singkarak, Danau Kembar, wisata budaya Pagaruyung di Tanah Datar, Wisata Religi di Pariaman, yang juga didapat aneka ragam makanan khas daerah sebagai wisata kuliner yang hebat. Kita amat terus berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan potensi ini menjadi sesuatu kemajuan dalam meningkatkan pembangunan itu sendiri maupun untuk kesejahteraan masyarakat. 

Amat disadari kondisi APBD Kabupaten/Kota di Sumatera Barat amat minim sekali, sementara APBD Provinsi ada namun dengan kondisi berbagai tantangan kebutuhan yang besar untuk melayani peningkatan sarana kebutuhan masyarakat umum di daerah  dalam berbagai sektor menjadikan APBD Sumbar tidak juga mencukupi kebutuhan tersebut. 
"Kita bangga dan senang tahun 2016 hingga tahun 2017 nanti pembangunan infrastruktur jalan, Sungai Pisang hingga Sungai Pinang dan lain-lain akan tuntas. Tentunya setiap orang yang ingin  ke kawasan Mandeh akan cepat dan dapat menikmati keindahan kawasan ini dengan baik, ujarnya. (DWI)

BERITA TERKAIT