07 May 2015 | 12:27 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Mengenal Penyakit Multiple Sclerosis yang Diderita Pepeng

Pepeng dan istri. (Foto: FB) Pepeng dan istri. (Foto: FB)

Tajuk.co, JAKARTA – Pepeng Ferrasta Soebardi akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (6/5) usai divonis terkena penyakit Multiple sclerosis (MS). Sebelumnya, mantan pembawa acra jari-jari ini telah berjuang selama 10 tahun.

Sebenarnya, apa penyakit MS ini? apa penyebabnya dan bagaimana penanggulangannya?

MS adalah penyakit yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang, yang mengakibatkan hilangnya kendali otot, penglihatan, keseimbangan, dan kemampuan untuk merasakan. Penyakit Multiple Sclerosis termasuk dalam penyakit autoimun.

Hal ini karena saraf-saraf dari otak dan sumsum tulang belakang dirusak oleh sistem kekebalan tubuh.  Beberapa peneliti percaya bahwa penyebab penyakit ini adalah kombinasi genetika dan lingkungan sekitar dimana penderitanya terekspos ketika masih muda.

Saat keadaan tubuh normal, sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan zat asing di dalam tubuh, seperti bakteri. Pada penyakit Multiple Sclerosis, sistem kekebalan tubuh menyerang otak dan sumsum tulang belakang, yaitu dua komponen dari sistem saraf pusat.

Multiple Sclerosis didapat karena ada penumpukan jaringan parut (sclerosis) di otak atau sumsum tulang belakang. Jaringan parut atau plak tersebut terbentuk ketika mielin, zat yang melindungi dan mengisolasi saraf, rusak.

Tanpa mielin, sinyal listrik yang ditransmisikan ke seluruh otak dan sumsum tulang belakang terganggu atau terhenti, yang kemudian otak menjadi tidak dapat mengirim dan menerima pesan. Putusnya transmisi inilah yang menyebabkan gejala Multiple Sclerosis.

Sebagaimana dilansir dari laman Mayo Clinic, sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan biasanya berfokus pada mempercepat pemulihan dari serangan, memperlambat perkembangan penyakit dan mengelola gejala. Beberapa penderita yang memiliki gejala ringan bahkan tidak memerlukan perawatan.

Sementara, secara prosentase, kemungkinan Multiple Sclerosis lebih besar 2 sampai 3 kali pada wanita dibanding pada pria dan biasanya jarang terjadi pada usia sebelum remaja. Faktor Risiko seseorang terkena MS meningkat ketika berada antara usia remaja sampai 50 tahun, yang kemudian bertahap menurun setelah umur 50 tahun. (DWI)


BERITA TERKAIT