28 Mar 2014 | 08:51 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Menkominfo Sambut Baik Penertiban Izin Tower Telekomunikasi

Tower telekomunikasi perlu ditertibkan. Namun jangan dipersulit pendiriannya. Foto: IST Tower telekomunikasi perlu ditertibkan. Namun jangan dipersulit pendiriannya. Foto: IST

Tajuk.co BANDA ACEH -- Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyambut baik adanya upaya pemerintah daerah untuk menertibkan izin-izin pendirian tower operator seluler.

“Hal itu baik dilakukan agar kota tidak justru menjadi hutan tower,” kata Tifatul Sembiring di Banda Aceh, Kamis (27/3).

Namun demikian pihaknya meminta agar pemerintah daerah tidak mempersulit izin mendirikan tower, termasuk dengan tidak menaikkan sewa tanah kepada operator. Hal itu hanya akan merugikan masyarakat setempat,

 “Apalagi pengguna IT baik handphone dan internet di Aceh termasuk yang terbesar di Indonesia,” terang Tifatul.

”Operator kan bermaksud agar masyarakat tersambung dan terkoneksi, kalau mereka nggak bangun yang rugi kan masyarakat juga, ya wajar-wajar sajalah. Pemerintah daerah tetap harus memperhatikan penempatannya,” lanjutnya.

Tifatul mengatakan, saat ini hampir 100 persen wilayah Aceh sudah terjangkau sinyal telepon seluler. Jika ada daerah yang tidak ada sinyal, bupati/walikota setempat bisa mengirim surat ke operator agar dibangunkan tower.

Secara nasional capaian sinyal handphone di Indonesia sudah mencapai 94 persen, meskipun tidak semuanya 3G.

Ia mengakui operator bisa saja menolak untuk memasang tower di daerah-daerah yang minim penduduk, hal itu menyangkut untung ruginya perusahaan operator.

 “Bupati/walikota dalam hal pemberian izin agar melihat lokasi tower, terutama tidak berada dalam kawasan penduduk,” pungkasnya. (IBL)

 


BERITA TERKAIT