08 Dec 2015 | 16:04 WIB
Share fb tw g+ wa tl

MKD Upayakan Kasus Novanto Selesai Sebelum Reses

Ketua MKD DPR Surahman Hidayat. Foto: Tajuk.co/HAS Ketua MKD DPR Surahman Hidayat. Foto: Tajuk.co/HAS

Tajuk.co JAKARTA – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berupaya menyelesaikan sidang etik kasus Setya Novanto sebelum reses tanggal 18 Desember 2015 mendatang.  Sehingga saat reses bertemu dengan konstituen di daerah pemilihan masing-masing, anggota MKD tidak memiliki beban kasus yang harus diselesaikan.

Ketua MKD Surahman Hidayat mengemukakan hal itu kepada wartawan, Selasa (8/12) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. “Kita harapkan sebelum reses sudah selesai,” katanya.

Surahman sekaligus membantah adanya kabar yang menyebutkan MKD memiliki batas waktu dua minggu untuk menyelesaikan sidang etik terhadap Setya Novanto.  “Tidak ada limit waktu. Hanya pembicaraan di MKD mengharapkan kalau sebelum reses sudah selesai jadi tidak punya beban saat ke dapil,” terang dia.

Namun, lanjut dia, jika sidang belum juga selesai hingga masa reses tiba, maka persidangan akan dilanjutkan setelah masa reses selesai atau masa sidang berikutnya.

 

Sidang Tertutup

Terkait persidangan Setya Novanto yang tertutup, Surahman menjelaskan, hal itu merupakan permintaan terperiksa. Menurut aturan sidang, orang yang diperiksa boleh menentukan apakah siding itu terbuka atau tertutup. Itu hak orang yang diperiksa.

“Jadi ini bukan kesepakatan majelis MKD, tetapi ini permintaan orang yang diperiksa. Dan itu dibolehkan dalam aturan persidangan di MKD,” urai Surahman.

Secara etik, imbuh dia, majelis MKD  harus mematuhi aturan tersebut. “Jadi secara aturan maupun etik sidang tertutup dibenarkan disesuaikan dengan permintaan terperiksa,” tambah Surahman.

Demikian juga halnya dengan pemeriksaan terbuka terhadap Sudirman Said dan Maruf Sjamsuddin, hal itu atas permintaan yang besangkutan. “Yang bersangkutan tidak keberatan jika siding dilaksanakan secara terbuka,” kata Surahman lagi. (HAS)   

 


BERITA TERKAIT