01 Dec 2016 | 06:12 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Parlemen Minta Kemendikbud Siapkan Alat Ukur Pengganti UN  

Siswa mengerjakan Ujian Nasional. Foto: IST Siswa mengerjakan Ujian Nasional. Foto: IST

Tajuk.co JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fikri Faqih meminta Kemendikbud menyiapkan alat ukur lain bagi pemetaan dan keberhasilan pendidikan nasional, pasca digulirkannya wacana penghapusan Ujian Nasional (UN). Jangan sampai ketiadaan alat ukur menyebabkan kualitas pendidikan menjadi menurun.

“Pada era Mendikbud sebelumnya, UN hanya dijadikan pemetaan dan keberhasilan pendidikan nasional. Jika sekarang ingin dihapus, maka Kemendikbud harus memikirkan alat ukur lain. Ini yang kami minta dan bahas dalam raker mendatang bersama Kemendikbud,” jelas Fikri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11).

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengeluarkan moratorium (penangguhan) UN yang akan dimulai 2017, yakni pelaksanaan UN untuk tingkat SMA/sederajat dan SMP/sederajat akan dilimpahkan ke pemerintah provinsi, sedangkan tingkat sekolah dasar (SD) diberikan sepenuhnya kepada pihak pemerintah kabupaten/kota.

Penghapusan UN, sebagaimana dikatakan Mendikbud, hanya untuk sekolah-sekolah yang memiliki level integritas dan skor akademiknya di atas standar nasional nilai, yaitu sebanyak 30 persen sekolah di Indonesia. Atas persoalan ini, Presiden Jokowi j berencana akan mengadakan rapat kabinet terbatas pekan ini, guna memutuskan bersama dengan kementerian dan pihak terkait.

Komisi X akan segera memanggil Mendikbud untuk membahas bersama, khususnya pada persoalan penyiapan alat ukur pengganti UN, sebelum digulirkan di tahun 2017 mendatang.

"Kami mengapresiasi rencana itu. Tapi, yang terpenting Pak Menteri jangan hanya terus melempar wacana tanpa tindak lanjut kebijakan yang terukur. Perencana itu harus matang, sehingga tidak bikin panik praktisi pendidikan. Jangan karena ini Pak Menteri di-bully lagi,” katanya. (IST)

 


BERITA TERKAIT