31 Dec 2017 | 16:13 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Pemerintah Yunani Ajukan Pembatalan Suaka Bagi Tentara Turki  

Aparat keamanan Yunani membawa seorang tentara Turki yang minta suaka politik. Foto: incyprus Aparat keamanan Yunani membawa seorang tentara Turki yang minta suaka politik. Foto: incyprus

Tajuk.co ATHENA – Pemerintah Yunani mengajukan permintaan pembatalan pemberian suaka kepada satu dari delapan tentara Turki, yang melarikan diri  ke Yunani setelah usaha kudeta yang gagal tahun lalu. Langkah ini diambil Sabtu (30/12) beberapa jam setelah Komite Administrasi Yunani memutuskan mendukung tuntutan permohonan suaka yang diajukan tentara bersangkutan .

 Keputusan Komite Administrasi ini membuat Turki marah. Sebelumnya Turki  telah berulang kali meminta ekstradisi tentara tersebut.  Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Turki menyebut keputusan itu bermotif politik dan memperingatkan hal itu akan mempengaruhi hubungan kedua negara.

 "Yunani gagal menunjukkan dukungan dan kerja sama yang kami harapkan dari sekutu dalam perang melawan terorisme dengan mencegah penjahat yang ikut membunuh ratusan orang Turki dan menargetkan tatanan demokrasi,"  tulis surat kabar Turki, Daily Sabah.

 Pemerintah Yunani menjawabnya dengan mengajukan banding atas keputusan komite administratif.  Athena mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa langkahnya sejalan dengan posisi Turki mengenai delapan tentara yang melakukan eksodus.  Pengadilan banding administratif  Yunani akan menyelidiki kasus ini.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras sebelumnya mengatakan negaranya tidak mendukung komplotan kudeta. Namun sistem peradilan Turki independen.

Keputusan mendukung permintaan suaka untuk satu eks tentara Turki itu  tidak diambil oleh Komite Yudisial, namun keputusan administratif. Ini terdiri dari dua hakim administratif pengadilan Yunani dan satu perwakilan badan pengungsi PBB.

Pengacara tantara Turki,  Stavroula Tomara menyambut baik putusan ini. Menurutnya hakim Yunani yang sangat baik, tidak bias, dan tidak memihak. “Salut atas keberanian mereka mengambil keputusan seperti itu tanpa didorong oleh kepentingan politik".

Berbicara kepada Al Jazeera dari Athena, Tomara mengatakan,  alasan komite administratif mengambil keputusan karena tentara tersebut tidak berpartisipasi dalam kudeta apapun.

Tomara berharap, tujuh tentara lainnya diberi suaka dalam kasus mereka, juga, yang masih tertunda.

Sebelumnya, delapan tentara melarikan diri dari Turki menggunakan sebuah helikopter militer dan mendarat di kota Alexandroupolis, setelah kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016.Percobaan kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu menyebabkan lebih dari 240 orang tewas, sebagian besar masyarakat sipil yang menentang kudeta. (HAS)

 


BERITA TERKAIT