16 Mar 2017 | 12:44 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Penentuan Awal Ramadan dan Syawal Diprediksi Serempak

Ilustrasi Melihat Penampakan Bulan atau Rukyatul Hilal. Foto: Istimewa Ilustrasi Melihat Penampakan Bulan atau Rukyatul Hilal. Foto: Istimewa

Tajuk.co, JAKARTA – Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menjelaskan, awal puasa atau 1 Ramadan dan 1 Syawal tahun ini kemungkinan kompak. Thomas mengatakan awal puasa kemungkinan jatuh pada Sabtu, 27 Mei. Sedangkan Idul Fitri kemungkinan akan pada 25 Juni.

Dia mengatakan penetapan awal puasa 1438 H/2017 M baik kriteria wujudul hilal yang dipakai Muhammadiyah maupun imkanul rukyat oleh Nahdlatul Ulama sama-sama jatuh pada 27 Mei. “Jadi memang Insyallah bareng,’’ katanya.

Selain itu Thomas juga menjelaskan bahwa 1 Syawal atau lebaran juga hampir bisa dipastikan akan kompak juga. Yakni jatuh pada Minggu, 25 Juni. Dengan demikian umat Islam mulai mengumandangkan gema takbir pada Sabtu, 24 Juni.

Meskipun sudah bisa diprediksi, Thomas berharap masyarakat tetap menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama (Kemenag). Tradisi Kemenag selama ini adalah melakukan sidang isbat terlebih dahulu, sebelum menetapkan awal puasa maupun lebaran.

Sementara itu Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, PP Muhammadiyah telah mengeluarkan hasil hisab wujudul hilal.

Hasilnya awal bulan Ramadan 1438 H jatuh pada 27 Mei. Hasil perhitungan hisab menyebutkan saat dilakukan pemantauan hilal pada 26 Mei nanti, tinggi hilal berada di sekitar tujuh derajat. Terkait dengan proses sidang isbat yang akan digelar oleh Kemenag nantinya, Mu’ti mengatakan PP Muhammadiyah akan menghadirinya.

Dia berharap Kemenag tetap menjalankan sidang isbat seperti beberapa tahun terkahir. Di antaranya sidang utama dilaksanakan tertutup dari peliputan media. Tujuannya adalah menghindari publikasi jika ada perdepatan atau perbedaan pandangan di dalam persidangan. ’’Syarat ini untuk kemaslahatan bersama,’’ jelasnya. (NG)


BERITA TERKAIT