20 Jun 2017 | 20:01 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Pengacara Buni Yani Pertanyakan Kemunculan Pasal ITE

Tajuk.co, BANDUNG -- Tim Pengacara Buni Yani menyebut dakwaan pasal 32 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang disangkakan jaksa penuntut umum kepada kliennya tidak berdasar.

"Adapun pernyatan Buni Yani itu fakta tidak pernah memotong video dan tuduhan pasal 32 mengada-ngada karena di BAP tidak ada pasal yang menyangkut pasal 32 itu," ujar salahsatu kuasa hukum Aldwin Rahadian di Gedung Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (20/6).

Menurutnya, saat dilakukan penyelidikan oleh polisi, kliennya hanya dikenakan satu pasal saja yakni Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 11 tahun 2008. Sementara Pasal 32 ayat 1 yang muncul diberkas perkara JPU.

Bahkan, saat pelimpahan berkas perkara dari penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok hingga pelimpahan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, hanya pasal itulah yang disangkakan kepada Buni Yani.

"Pasal itu yang muncul tiba-tiba dari mulai proses penyelidikan, penyidikan Pak Buni di periksa di BAP, pemeriksaan ahli-ahli, pemeriksaan saksi-saksi, tidak ada menyangkut pasal ini. Tiba-tiba muncul di sampul berkas perkara," kata dia.

Menurut dia, dengan adanya dakwaan pasal 32 tersebut dan tidak sesuai dengan BAP penyidik telah melanggar dan bisa membatalkan proses persidangan yang menjerat kliennya.

"Bisa membatalkan proses persidangan ini, dengan nanti hakim mengabulkan bahwa ini dakwaan batal dengan demi hukum," katanya.
Sementara itu, terdakwa kasus dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani, mengatakan pihaknya tidak pernah memotong video yang disangkakan JPU. (FHR)


BERITA TERKAIT