27 Sep 2017 | 20:45 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Pimpin Sidang, Fahri Dikritik Karena Terburu-Buru Ambil Keputusan

(foto:istimewa) (foto:istimewa)

Tajuk.co, JAKARTA – Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto mengkritik Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang terlalu terburu-buru ambil keputusan dalam menerima laporan dan memperpanjang masa kerja Pansus Hak Angket KPK.

“Jadi, kalau pimpinan sebagai speaker yang mewakili kelembagaan harus taat kepada aturan main. Yang juga UU MD3 itu, satu saja tidak setuju, dia harus voting atau diskors terlebih dahulu untuk musyawarah mufakat. Ini yang tidak dilakukan Pak Fahri. Jadi, saya kira, kalau enggak ada proses lebih lanjut, enggak apa-apa juga. Ada apa dibalik keterburuan Fahri Hamzah mengetuk palu tadi?” jelas Yandri usai sidang paripurna, Selasa (26/9).

Diketahui, sidang paripurna tersebut salah satunya membacakan hasil temuan Pansus Hak Angket terhadap kinerja KPK selama ini. Tanpa mendengar pandangan dari fraksi yang berbeda, tiba-tiba Fahri Hamzah yang pimpin sidang langsung mengetuk palu untuk persetujuan.

“Laporannya yang kita dengan tadi adalah laporan, bukan kesimpulan. Maka tugas kita, sesuai Pasal 206 UU MD3, pimpinan hanya menanyakan laporannya diterima atau tidak. Makanya, saya tinggal menanyakan, apakah kita setuju atau tidak dengan laporan tadi?” ujar Fahri berkilah.

Adapun tiga fraksi yang menolak untuk menerima laporan Pansus Hak Angket KPK adalah Fraksi PKS, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PAN. Mereka walk-out dari sidang paripurna dan tetap berkomitmen untuk menolak apapun hasil dari Pansus Hak Angket KPK.


BERITA TERKAIT