16 Jun 2017 | 13:49 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Presiden Bagikan 2187 untuk warga Banyumas

Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat untuk warga Banyumas, Jumat (16/6). Foto: seskab Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat untuk warga Banyumas, Jumat (16/6). Foto: seskab

Tajuk.co PURWOKERTO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 2187 Sertifikat Hak Atas Tanah Program Strategis Nasional dan Pembinaan, Fasilitasi, Kerja Sama serta Akses Reform oleh Presiden Republik Indonesia, di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/6).

Dalam sambutannya Presiden Jokowi  mengatakan, sertifikat ini adalah hak hukum atas tanah,  tanda bukti hak atas tanah. Karena itu, kalau sudah pegang sertifikat ini,  kita menjadi pasti. Di daerah-daerah, ungkap Presiden, banyak sekali sengketa masalah tanah, antar warga, antara masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan, banyak sekali. 

“Kenapa kita lakukan percepatan pemberian sertifikat? Supaya tidak terjadi sengketa-sengketa yang tadi saya sampaikan,” ujar Presiden.

Kalau sudah pegang (sertifikat), lanjut Presiden, orang tidak bisa main klaim karena di sertifikat itu ada nama, alamat, desa mana, luasnya berapa, ada semuanya.

Presiden berpesan, sertifikat agar diberi plastik agar tidak mudah rusak tidak rusak. Selain itu, difotokopi, sehinga kalau aslinya hilang, ada fotokopi, sehingga mengurusnya mudah.

Jokowi menjelaskan, sertifikat ini bisa dipakai untuk agunan,  bisa dipakai untuk jaminan ke bank. Tetapi ia mengingatkan, sebelum meminjam uang di bank agar dihitung, dikalkulasi, sehingga nanti waktu mengangsur setiap bulannya bisa dikerjakan dengan baik. Sebab, kalau tidak,  berarti nanti sertifikat bisa disita oleh bank. “Jadi hati-hati,” ujarnya.

Kerja Keras

Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah menargetkan tahun ini membagikan lima  juta sertifikat ke masyarakat. Tahun depan tujuh juta sertifikat, dan tahun 2018 semibilan  juta sertifikat.

“Sekarang kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) memang kerja keras. Pak Menteri kita target, Pak Menteri memberi target ke kantor-kantor Pertanahan yang ada di provinsi, yang ada di daerah. Inilah yang terus kita lakukan,” kata Presiden pada acara yang juga dihadiri Mensesneg Pratikno, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati dan Wakil Bupati Banyumas itu. (SKB)

 


BERITA TERKAIT