06 Oct 2017 | 10:06 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Sepanjang Kepemimpinan Gatot, TNI Institusi Paling Dipercaya Publik

(foto: ist) (foto: ist)

Tajuk.co, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsyi mengapresiasi kinerja Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI. 

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Gatot, TNI menjadi institusi yang paling dipercaya oleh publik di Indonesia. 

"Hal tersebut setidaknya telah diungkap oleh beberapa survei dalam setahun terakhir. Ini adalah capaian yang baik pada HUT TNI yang ke 72. Saya kira ini adalah kado yang cukup manis sebelum Gatot Nurmantyo memasuki usia pensiun enam bulan mendatang," ujarnya Aboe kepada Tajuk.co, Kamis (5/10).

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI,  masyarakat Indonesia berharap TNI terus menjaga Indonesia, baik bangsanya maupun negaranya. 

Oleh karenanya, lanjut Aboe, tugas berat TNI tidak hanya mempertahankan menjaga wilayah dan melindungi kedaulatan negara, namun juga menjaga rakyat Indonesia. 

"Di sinilah TNI dituntut untuk menjaga ideologi negara berupa pancasila, jangan sampai upaya untuk mengganti ideologi bangsa seperti tahun 1965 kembali terulang," imbuh pria yang akrab disapa Habib ini.

Lebih jauh,  Kapoksi Fraksi PKS Di Komisi III DPR ini mengatakan pada zaman modern seperti sekarang, TNI juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Faktanya penyerangan terhadap ketahanan sebuah negara tidak selalu dilakukan dengan peperangan yang bersifat konvensional. 

"Berbagai media dapat digunakan untuk melakukan proxy war yang melemahkan pertahanan Indonesia. Disinilah TNI harus selalu meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti perkembangan percaturan politik internasional,"tegas pria kelahiran Tanah Abang Jakarta ini.

Secara khusus, Aboebakar mengatakan, Gatot memiliki tugas akhir untuk menyiapkan penggantinya.

“Yaitu, menyiapkan prajurit TNI yang merah putih, yang NKRI, memiliki kapabilitas memipin TNI, dan dapat menjaga soliditas seluruh angkatan. 

"Saya rasa ini tugas yang cukup berat untuk panglima sebelum pensiun dan meninggalkan jabatannya," pungkasnya. (RNB)


BERITA TERKAIT