06 Aug 2017 | 14:46 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Sudirman Ajak Diaspora Brebes Bersama Majukan Pendidikan

Tajuk.co, BREBES – Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said mengajak para masyarakat Brebes yang tersebar di luar daerah (diaspora) untuk bersama majukan pendidikan di tanah kelahirannya.

Sebab, menurut kandidat kuat Gubernur Jawa Tengah tersebut, dengan adanya kerjasama dari para diaspora tersebut dapat membuat masyarakat Brebes lebih maju dari sebelumnya.

Sudirman Said mengungkapkan hal tersebut saat berbicara di acara Silaturahim Majelis Silaturahmi Warga Brebes (Masigab) di Jakarta, Minggu (6/8) di Balai Yos Sudarso, Kompleks Walikota Jakarta Utara.

Menurut Menteri ESDM periode 2014-2016 ini,  organisasi kekeluargaan seperti Masigab, yang mayoritasnya anggotanya  diaspora masyarakat Brebes yang tersebar di berbagai wilayah, dapat menjadi sarana bagi gerakan mendorong dan memajukan pendidikan.

"Banyak yang bisa kita lakukan bersama jika kita mau menyusun rencana dengan baik, seperti bea siswa, jaringan, pembinaan anak-anak didik, magang, dan lainnya," kata pria yang lahir di Larangan, Brebes ini.

Lebih lanjut Sudirman menyampaikan, Masigab harus terus memperkuat diri menjadi organisasi sosial.  "Lebih dari sekedar tempat klangenan, tapi harus terus memberi manfaat bagi masyarakat Brebes, terutama yang masih membutuhkan uluran tangan kita," tandas dia.

Sudirman menambahkan,  organisasi sosial memiliki prinsip: kalau organisasi digunakan sebagai sarana memberi, membagi manfaat,  pasti akan banyak dukungan.  Sebaliknya, organisasi yang digunakan untuk "mencari sesuatu" pasti sulit berkembang.  

"Karena itu pengurus Masigab harus diisi oleh orang-orang yang jujur, dan sudah selesai dengan diri sendiri," imbuh Sudirman.. 

Sudirman menyampaikan, ada banyak hal yang sudah mulai dirintis oleh orang per orang atau kelompok.  Ada program bea siswa, ada yang membangun penyediaan air bersih di bukit terpencil, bangun perpustakaan, investasi untuk petani, dan lainnya.  Ini program mulia yang harus diadopsi dan dikembangkan oleh Masigab.  

"Sebaiknya kita kumpul di Masigab bukan untuk melayani diri sendiri tapi untuk melayani saudara kita yang belum seberuntung kita," paparnya.

"Keliru kalau pertanyaannya ikut Masigab olih apa? Pertanyaan yang benar adalah:  melu gabung Masigab bisa nyumbang apa?" pungkasnya.⁠⁠⁠⁠


BERITA TERKAIT