13 Dec 2016 | 04:53 WIB
Share fb tw g+ wa tl

Umat Islam Senatiasa Jaga Kebhinekaan

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendengarkan pertanyaan seorang pesertta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jatipadang Timur, Pasar Minggu, Jaksel, Minggu (11/12). Foto: IST Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendengarkan pertanyaan seorang pesertta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jatipadang Timur, Pasar Minggu, Jaksel, Minggu (11/12). Foto: IST

Tajuk.co  JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai Umat Islam sangat berperan penting dalam menjaga semangat Kebhinekaan demi keutuhan NKRI. Oleh karena itu, jika ada yang berpandangan Umat Islam anti-kebhinekaan, terlebih anti-NKRI, Hidayat menilai yang memiliki pandangan tersebut perlu kembali belajar sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

“Pandanga keliru tersebut tidak perlu terus dikembangkan karena pandangan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar pijakan,” jelas Hidayat saat menjawab pertanyaan peserta dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (11/12).

Hidayat mengungkapkan hal itu menjawab pertanyaan peserta mengenai adanya upaya yang  menyudutkan umat Islam bahwa yang ikut dalam Aksi 212 tergolong anti-kebhinekaan dan anti-NKRI. Sementara mereka yang mendukung kebhinekaan dan NKRI adalah yang ikut dalam aksi tandingan yang digelar setelah Aksi 411 maupun setelah Aksi 212.

“Apa yang dilakukan jutaan umat Islam pada Aksi Damai 411 maupun Aksi Super Damai 212 adalah dalam upaya menuntut keadilan, menuntut perlakuan yang sama di hadapan hukum bagi siapa pun yang melanggar,” papar Anggota Komisi Pertahanan dan Keamanan DPR RI ini.

Justru, dalam pandangan Hidayat, Umat Islam yang ikut dalam aksi, sedang mengingatkan agar sila kelima dari Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilaksanakan dengan sungguh-sungguh tanpa pandang bulu.

“Jangan dibalik-balik, mereka yang mengingatkan untuk berbuat adil dituduh antikebhinekaan, anti-NKRI, sementara yang melanggar hukum malah dianggap pembela kebhinekaan,” jelas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jakarta II ini.

Menurut Hidayat, pihak yang melakukan penistaan terhadap agama yang seharusnya dianggap antikebhinekaan. Karena apa yang dilakukannya tidak menghargai kebhinekaan itu sendiri.

“Menista agama atau keyakinan pihak lain itu tidak menghargai kebhinekaan dan persatuan. Karena  hal itu melukai perasaan pihak lain sebagai sesama komponen bangsa,” terang Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut Hidayat juga mengajak para peserta sosialisasi untuk mempelajari dan pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara agar memahami pentingnya toleransi dan kebhinekaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (HAS)       

    


BERITA TERKAIT