29 Mar 2014 | 07:46 WIB
Share fb tw g+ wa tl

UU Antirokok Turunkan Angka Kelahiran Bayi Prematur

Bayi prematur. Foto: meetdoctor Bayi prematur. Foto: meetdoctor

Tajuk.co, EDINBURGH – Larangan merokok di tempat umum terbukti membantu memotong kelahiran prematur sebesar 10 persen. Demikian hasil penelitian terbaru dari Amerika Serikat dan Eropa.

Sebuah penelitian yang dipublikasi di jurnal medis The Lancet menemukan, dampak dari undang-undang antirokok bervariasi di masing-masing negara. Namun efek keseluruhan pada kesehatan anak di seluruh dunia adalah positif.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa larangan merokok merupakan cara yang efektif untuk melindungi kesehatan anak-anak kita," kata Jasper Been, koordinator penelitian dari Pusat Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Edinburgh,.

Dia mengatakan, temuan tersebut harus membantu untuk mempercepat pengenalan undang-undang antimerokok di berbagai kota, negara, dan daerah yang belum melakukannya.

UU larangan merokok di tempat umum seperti bar, restoran, kantor, dan tempat kerja lainnya, menurut studi sebelumnya,  terbukti melindungi orang dewasa dari ancaman kesehatan yang berhubungan dengan perokok pasif.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tembakau sudah membunuh sekitar 6 juta orang per tahun di seluruh dunia, termasuk lebih dari 600.000 non-perokok, yang meninggal karena paparan perokok pasif. Pada tahun 2030, jika kecenderungan ini terus berlanjut, diperkirakan korban tewas akibat tembakau bisa mencapai 8 juta orang per tahun.

Data WHO juga mengungkap hanya 16 persen dari populasi dunia dilindungi oleh undang-undang bebas asap rokok komprehensif, dan 40 persen anak-anak di seluruh dunia secara teratur terpapar perokok pasif.

Ahli kesehatan masyarakat berharap, karena semakin banyak negara di Eropa dan di seluruh dunia mengadopsi undang-undang ketat tentang merokok di tempat umum, manfaat kesehatan dengan cepat akan mulai menjadi nyata.

Hasil dari lima studi larangan lokal di Amerika Utara dan enam penelitian pada larangan nasional di Eropa ditemukan,  angka kelahiran prematur dan sakit asma turun 10 persen dalam waktu satu tahun setelah diberlakukannya undang-undang bebas asap rokok.

"Bersama dengan manfaat kesehatan yang dikenal pada orang dewasa, penelitian kami memberikan bukti jelas, larangan merokok memiliki manfaat kesehatan masyarakat yang cukup besar untuk kesehatan sebelum kelahiran dan anak," kata Been.

Ia juga memberikan dukungan yang besar atas rekomendasi WHO untuk menciptakan lingkungan publik bebas asap rokok di tingkat nasional. (MAF)

 


BERITA TERKAIT