4.273 Lulusan UPI Ikuti Wisuda Secara Daring

Tajuk.co 14/10/2020 06:06 WIB
image

Tajuk.co, BANDUNG -- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan upacara wisuda gelombang III Tahun 2020 secara online atau daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) yang berlangsung pada Rabu (12/10). Upacara wisuda diselenggarakan melalui daring menggunakan aplikasi Zoom diikuti oleh 4.273 peserta.

Wisudawan itu berasal dari lulusan jenjang D-3 (Diploma) sebanyak 228 orang, lulusan jenjang S-1 (Sarjana) sebanyak 3.587 orang, lulusan jenjang S-2 (Magister) sebanyak 367 orang serta lulusan jenjang S-3 (Doktor) sebanyak 91 orang.

Para wisudawan mengakses akun Zoom dan live TVUPI Digital  yang diikuti di rumah masing-masing dipandu langsung oleh panitia dari Gedung Ahmad Sanusi.

Sedangkan untuk kegiatan upacara wisuda secara fisik, wisudawan yang datang prosesi jumlahnya dibatasi. Penyelenggaraan kegiatan luring mengikuti Peraturan, Ketentuan dan Standar Protokol Kesehatan Pemerintah Republik Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Kami mewisuda empat ribu lebih wisudawan secara daring. Walaupun dalam suasana Covid 19, alhamdulillah UPI masih bisa mewisuda," ujar Rektor UPI M Solehuddin.

Menurut Solehudin, untuk wisudwan yang datang secara luring, UPI memberlakukan kebijakan dan standar protokol dengan melakukan berbagai tahapan. Di antaranya pelaksanaan rapid test untuk peserta yang hadir dalam ruangan, mencuci tangan, menggunakan masker, menggunakan sarung tangan dan hand sanitizer.

Peserta luring sendiri, kata dia, terdiri dari Majelis Wali Amanat (2 orang), Senat Akademik (2 orang), Rektor, Dewan Guru Besar (2 orang), Wakil Rektor (4 orang), Dekan Fakultas (8 orang), Direktur Pascasarjana, Direktur Kampus Daerah (5 orang), dan Ketua LPPM.

"Kami berharap dalam situasi ini UPI bisa meluluskan lulusan berkualitas. Lulusan UPI mampu bersaing, menjaga mutu dan membawa nama baik almamater. Biasanya kita wisuda tatap muka karena wisuda ini momen kebahagiaan. Tapi wisuda online ini upaya terbaik. Mudah-mudahan tetap membawa semangat," paparnya.

Solehuddin mengatakan, kelulusan ini sebenarnya babak baru, sebagai awal dalam menjalani kehidupan sebagai calon pendidik atau tenaga profesional lain. Dimana pun mengabdi, maka harus tetap menjadi penyebar, pencari dan pengamal ilmu. Agar, dapat berkontribusi untuk kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa. (FHR)