Bantu Indonesia, Pemerintah AS Donasi 4 Juta Dosis Vaksin Moderna

Tajuk.co 9/7/2021 20:23 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Amerika Serikat (AS) mendonasikan 4 juta dosis vaksin Moderna untuk membantu Indonesia menangani pandemi covid-19. Rencananya, jutaan vaksin itu tiba dalam waktu dekat.

"Amerika Serikat menyampaikan keprihatinan atas masa sulit yang dihadapi Indonesia karena pandemi covid-19. Pemerintah Amerika Serikat mendonasikan 4 juta dosis vaksin Moderna yang dijadwalkan akan segera tiba, beserta bantuan teknis dan medis lainnya serta oksigen", ujar Dubes AS HE Sung Kim dalam keterangan resmi.

Hal itu disampaikan Kim dalam Courtesy Call virtual yang diterima oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (8/7). Selain penanggulangan pandemi dan pemulihan ekonomi, kedua negara juga membahas isu terkait upaya peningkatan kerja sama bidang ekonomi secara bilateral.

Salah satunya, potensi hubungan perdagangan antara Indonesia dan AS berpotensi untuk ditingkatkan dari nilai perdagangan saat ini sekitar US$30 miliar. Nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan perdagangan bilateral antara AS dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Kim mengharapkan hubungan ekonomi termasuk di bidang perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus bertumbuh. Terdapat berbagai prospek investasi dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang tertarik kepada Indonesia.

"Kita dapat meningkatkan nilai perdagangan hingga dua atau tiga kali lipat, mengingat Indonesia merupakan negara ekonomi terbesar di ASEAN. Terdapat banyak ruang untuk perdagangan kedua negara," ujar Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi dukungan dan suplai vaksin Moderna dari AS. "Dukungan vaksin dapat membantu dan meningkatkan level kepercayaan para tenaga kesehatan dan para garda depan", tutur Airlangga yang juga merupakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Airlangga juga menambahkan bahwa dalam melayani kebutuhan masyarakat dalam perawatan medis selama pandemi, pemerintah menggunakan medical devices baik dari dalam negeri maupun impor. Hal ini didukung dengan relaksasi bea masuk.

Pertemuan ini juga membahas prospek kerja sama energi terbarukan. Airlangga memaparkan berbagai potensi sumberdaya energi terbarukan, seperti matahari, angin, dan panas bumi di Indonesia.

Saat ini, pemerintah tengah mendorong penggunaan panel surya di beberapa pulau seperti Batam dan Bintan melalui solar program, untuk menaikkan pasar permintaan panel surya. Oleh karenanya, Indonesia terbuka untuk kerja sama dengan AS guna mendorong percepatan transisi menuju energi terbarukan di Indonesia. (FHR)