Belajar Berkuda Sampai Mahir Tak Perlu Biaya Mahal

Tajuk.co 2/6/2021 08:45 WIB
image
Pemilik Yarla Stable, Aji Asyari sedang menjelaskan teknik berkuda, Selasa (1/6/2021).

Tajuk.co, BOGOR - Senyum ramah pengelola menyambut kedatangan kami saat memasuki pintu gerbang Yarla Stable, sebuah destinasi belajar berkuda di Cicadas, Ciampea Bogor pada Selasa (1/6/2021). Suasana sejuk terasa, meski pagi itu matahari bersinar sempurna. Sejumlah anak-anak dan orang dewasa sedang menyimak serius penjelasan instruktur pelatihan berkuda di pinggir lapangan.

“Selamat datang ditempat kami, silahkan menunggu sebentar, Ayah sedang dalam perjalanan menuju ke sini,” ucap Huzaifah, putra pemilik Yarla Stable.

Kami pun menunggu di warung tak jauh dari lapangan tempat latihan berkuda. Selain kami, ada beberapa Ibu-ibu yang sedang menanti giliran untuk latihan berkuda. Menurut Dian, salah satu dari mereka, Ia dan anaknya sudah beberapa kali ke Yarla Stable untuk berlatih berkuda.

“Awalnya saya mengantar anak saya yang ingin belajar berkuda. Setelah saya ikut mencobanya, eh malah keterusan ingin belajar sampai bisa,” tuturnya.

Menurut Dian, salah satu daya tarik belajar berkuda di Yarla Satbel adalah, instrukturnya yang ramah dan mampu menjelaskan teknik berkuda dengan bahasa yang mudah difahami bagi seorang pemula seperti dirinya. Dan yang paling menarik, pemilik Yarla Stable tidak menetapkan tarif, namun peserta pelatihan cukup berinfaq seikhlasnya. Wow! menarik bukan?

Tak lama kemudian, Sang Pemilik Yarla Stable, Aji Asyari pun tiba di lokasi. Pria yang akrab dipanggil Ustadz Aji itupun menyambut kami dengan ramah. Kami pun berbincang-bincang hangat sambil bercengkerama dengan “Si Langit”, kuda putih kesayangan Ustadz Aji.

Aji membenarkan jika Yarla Stable tidak mematok biaya untuk belajar berjuda di tempatnya. Peserta cukup membayar infaq pemeliharaan semampunya. Untuk sampai mahir berkuda, biasanya dibutuhkan 15 kali pertemuan praktik.

“Kalau sudah bisa berkuda sendiri ke jalan umum, kami anggap mereka sudah mahir,” ujar Aji.

Dengan tidak mematok biaya, Ia berharap semakin banyak masyarakat yang terampil berkuda. Berbeda dengan mereka yang sudah mahir dan selesai menjalani program pelatihan, jika ingin berkuda Yarla Satble mematok biaya khusus yang besarannya tergantung lamanya berkuda, berkisar antara Rp50 ribu – Rp250 ribu.

Untuk paket berkuda di alam bebas, menyusuri perkampungan ataupun jalan umum selama sejam lebih, penyewa cukup merogoh kocek Rp250 ribu. Untuk program ini biasanya ditemani oleh instruktur agar mudah ditangani jika ada masalah selama menempuh rute berkuda.

Belajar BerkudaMemilik Banyak Manfaat

Selain menyehatkan, berkuda mengajarkan banyak hal positif bagi pengendaranya. Berkuda mengajari keberanian namun tetap waspada, sikap cekatan dan sabar dan juga rasa bahagia bagi pengendaranya.

Menurut almunus IPB University itu, berkuda juga melatih kekuatan dan kebugaran fisik karena memang semua otot tubuh aktif bekerja saat diatas punggung kuda.

“orang yang rajin berkuda itu dipastikan memiliki tubuh yang ramping karena membakar cukup banyak kalori,” katanya.

Saat ini, destinasi berkuda di kawasan Cicadas Ciampea itu memiliki empat ekor kuda jenis Sandel, kuda lokal asli Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kuda yang konon hasil persilangan kuda asli Sumbawa dengan kuda Arab itu tingginya  berkisar 135 – 140 cm.

Secara keseluruhan Aji memilik enam ekor kuda, satu ekor ditempatkan di sekolah miliknya, Sekolah Islam Terpadu RLA di Cibungbulang. Seekor lagi di sekolah milik Baznas karena ada kerjasama dengan lembaga tersebut.

Selain membuka pelatihan berkuda secara reguler untuk umum, Aji juga menjalin kerjasama dengan empat sekolah yang menyediakan kegiatan ekstra kurikuler berkuda untuk murid-muridnya. Untuk murid-murid sekolah ini, waktunya dari Senin hingga Kamis. Sedangkan untuk reguler umum, lanjut Aji, waktunya mulai Jumat hingga Ahad.

Setiap hari Jumat sampai Ahad, tidak kurang dari 30 peserta yang belajar berkuda di sini. Sejak jam 8 pagi hingga sore hari, hanya diselingi istirahat makan siang, secara bergantian peserta berlatih masing-masing sekitar 15-20 menit.

“Kami memiliki 60 relawan instruktur yang bergantian sesuai jadwal yang mereka sepakati. Semuanya anak-anak muda alumni pelatihan berkuda Yarla Stable. Dengan jumlah relawan yang cukup banyak, alhamdulillah peserta bisa dilayani dengan baik,” bebernya.

Aji pun mempersilahkan siapapun yang ingin belajar berkuda untuk datang. Soal biaya, nggak perlu jadi hambatan, karena disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Saat kami selesai menjajal berkuda, sekelompok remaja datang untuk berlatih berkuda. Benar apa yang dikatakan Aji, strateginya mengenalkan olahraga berkuda mampu menarik minat dari berbagai usia, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Mereka menikmati sensasi berkuda tanpa harus membayar biaya mahal. (KSL)