Biden akan Buka Larangan Masuk bagi Negara Mayoritas Muslim

Tajuk.co 19/1/2021 07:37 WIB
image

Tajuk.co, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden berencana mencabut larangan masuk bagi negara-negara mayoritas Muslim di hari pertama menjabat.

Sejumlah kelompok kepentingan dan organisasi advokasi telah menekan Biden untuk memenuhi janjinya saat masa kampanye.

Selama periode tersebut, Biden kerap berjanji untuk mengambil tindakan di "Hari Pertama" pemerintahannya.

"Ada banyak alasan bagi Biden untuk mengakhiri larangan di hari pertama masa kepresidenannya karena ini adalah sesuatu yang dia kampanyekan," kata Iman Awad, direktur legislatif nasional Emgage Action, organisasi advokasi untuk Muslim Amerika.

Menurut memo dari Kepala Staf Ron Klain, Biden juga berencana menandatangani sekitar selusin perintah eksekutif lainnya, termasuk bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris.

"Selama kampanye, presiden terpilih Biden berjanji untuk mengambil tindakan segera untuk mulai mengatasi krisis ini dan membangun kembali dengan lebih baik," tulis Klain.

"Sebagai presiden, dia akan menepati janji itu dan menandatangani lusinan perintah eksekutif, memorandum presiden, dan arahan kepada badan-badan kabinet untuk memenuhi janji yang dia buat," tulis Klain lebih lanjut.

Di luar tindakan eksekutif di hari-hari pertama Biden menjabat, memo itu menguraikan bahwa Biden berencana mengirimi Kongres rencana imigrasi skala besar dalam 100 hari pertamanya menjabat.

Rencana tersebut akan menawarkan jalan bagi jutaan imigran tidak berdokumen yang saat ini berada di AS untuk mendapatkan kewarganegaraan.

Sehari setelah Biden dilantik, menurut Klain, ia akan "menandatangani sejumlah tindakan eksekutif guna bergerak agresif mengubah arah krisis Covid-19 dan membuka kembali sekolah dan bisnis dengan aman". (FHR)