Bio Farma Akan Donasikan Vaksin IndoVac ke Afrika

Tajuk.co 30/9/2022 22:57 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- PT Bio Farma (Persero) berencana mendonasikan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, IndoVac, ke sejumlah negara berpenghasilan menengah ke bawah, salah satunya Afrika. Nantinya skema donasi melalui kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Luar Negeri juga sudah mulai menjajaki komunikasi dengan negara lain yang kemungkinan membutuhkan vaksin Covid-19 IndoVac.

"Saya belum tahu pasti, tapi mungkin beberapa negara Afrika. Mungkin saya katakan begini saja ya, kayak vaksin Polio kita kan banyak di Afrika tuh, mungkin tidak jauh beda targetnya dengan Polio itu," kata Honesti di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/9).

Honesti mengatakan Bio Farma tengah memproses pengajuan daftar penggunaan darurat (emergency use listing/EUL) vaksin IndoVac ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar mendapatkan pengakuan global.

Ia kemudian mengklaim berdasarkan penilaian mandiri, vaksin IndoVac memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Hal itu menurutnya akan berdampak dalam penghematan devisa negara dan perlahan-lahan melepas ketergantungan pada vaksin impor.

Lebih lanjut, PT Bio Farma menurutnya langsung memutuskan untuk mulai produksi setelah memenuhi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta baru-baru ini mengantongi izin darurat penggunaan (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Honesti juga memastikan vaksin IndoVac telah mendapatkan sertifikasi kehalalan agar menjamin rasa aman masyarakat Indonesia. Vaksin Covid-19 BUMN ini telah melewati audit aspek kehalalan dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

"Untuk tahap pertama ini kita menyiapkan 20 juta dosis. EUA yang kita dapat kemarin yang saya baca di media itu memang untuk usia 18 tahun ke atas. Tapi kita juga sudah melakukan persiapan uji klinik booster dewasa, sudah berjalan," ujar Honesti. (FHR)