Bio Farma Targetkan Produksi IndoVac 20 Juta Dosis untuk Tahap Pertama

Tajuk.co 30/9/2022 22:52 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- PT Bio Farma (Persero) tengah memproduksi vaksin virus corona (Covid-19) IndoVac dengan target 20 juta dosis pada tahap produksi pertama. Vaksin tersebut dikembangkan dengan platform subunit protein hasil kerjasama antara PT Bio Farma dan Baylor College of Medicine.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir menyebut pihaknya langsung memutuskan untuk mulai produksi setelah memenuhi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta baru-baru ini mengantongi izin darurat penggunaan (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Untuk tahap pertama ini kita menyiapkan 20 juta dosis. EUA yang kita dapat kemarin yang saya baca di media itu memang untuk usia 18 tahun ke atas. Tapi kita juga sudah melakukan persiapan uji klinik booster dewasa, sudah berjalan," kata Honesti di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/9).

Honesti mengatakan jumlah tersebut dapat dinaikkan menjadi 40 juta dosis per tahun 2023 dengan penambahan fasilitas produksi. Selanjutnya kapasitas produksi bisa dinaikkan lagi menjadi 100 juta dosis per tahun pada 2024 tergantung pada kebutuhan dan permintaan.

"Ini kita lagi persiapan uji klinik remaja usia 12-17 tahun, yang anak ada opsi ke sana juga," imbuhnya.

Honesti mengatakan pihaknya berupaya memasang harga vaksin per dosis di bawah Rp100 ribu. Harga tersebut menurutnya 'miring' karena berdasarkan self-assessment vaksin IndoVac memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen.

Ia juga mengatakan urusan apakah vaksin IndoVac akan diberikan secara gratis atau berbayar kepada masyarakat adalah kewenangan Kemenkes.

"Kalau kita bikin kemasan multi dosis satu vial isinya 10 dosis, saya belum pasti harganya berapa, nanti kan kita harus koordinasi dengan Kemenkes juga untuk harga. Tapi kita bisa lah di bawah Rp100 ribu per dosisnya," ujar Honesti. (FHR)