BKKBN Mengajak Warga untuk Mencegah Stunting Menuju Indonesia Emas Tahun 2045

Tajuk.co 2/11/2022 14:41 WIB
image
Charles Honoris selaku Wakil Ketua Komisi IX DPR RI; Drs. Ibni Soleh, M.Si selaku DPPAPP Provinsi DKI Jakarta; serta Dr. Munawar Asikin, S.Si, M.SE. perwakilan dari BKKBN Pusat.

Tajuk.co, JAKARTA -- BKKBN bersama Komisi IX DPR RI bergotong royong untuk melakukan upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. Program Bangga Kencana merupakan sebuah trobosan yang dibuat oleh BKKBN. Program ini terus bergerak ke berbagai daerah, salah satunya di Kelurahan Meruya, Kecamatan Kembangan, Kota Jakarta Barat pada Selasa (25/10).

Bangga Kencana ini menjadi salah satu program unggulan BKKBN yang akan terus dijalankan. Pada tahun 2021, angka prevalensi stunting mencapai 24,4 persen dan angka ini melebihi ketentuan yang diberikan oleh WHO, yakni di bawah 20 persen. Pada tahun 2024 mendatang, BKKBN memiliki target angka prevelansi menjadi 14 persen.

Bangga Kencana merupakan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting. Pada kegiatan sosialisasi kali ini dihadiri oleh Charles Honoris selaku Wakil Ketua Komisi IX DPR RI; Drs. Ibni Soleh, M.Si selaku DPPAPP Provinsi DKI Jakarta; serta Dr. Munawar Asikin, S.Si, M.SE. perwakilan dari BKKBN Pusat.

Charles Honoris mengajak warga Kelurahan Meruya untuk bersama-sama mencegah dan menurunkan angka stunting demi Indonesia Emas 2045. Di mana pada saat itu, Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dan telah sejajar dengan negara adidaya.
“Satu dari empat anak yang lahir di Indonesia kondisinya stunting. Di Jakarta sendiri angka prevalensi syunting mencapai 16, 8 persen.” ucap Charles Honoris.

Ini mengartikan satu dari tujuh anak yang lahir di kondisinya stunting. Hal ini akan sangat mengerikan jika stunting tidak dicegah. Kualitas SDM kita akan menurun di masa yang akan datang.

Drs. Ibni Soleh, M.Si juga mengingatkan kepada warga Kelurahan Meruya untuk bersama-sama mencegah stunting sedari dini, yaitu pada masa remaja karena seorang ibu perlu mendapatkan gizi yang baik dan cukup selama masa kehamilan dan memberikan ASI.
“maka dari itu, kita perlu mencegah stunting sejak dari remaja,” kata beliau.

Pentingnya bagi remaja putri untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat serta bergizi seimbang. Selain itu, penting juga untuk mencegah anemia, bagi remaja putri dianjurkan mengonsumsi tablet penambah darah satu tablet per minggu. Sanitasi dan akses air bersih juga diperlukan untuk mencegah stunting.

Stunting bukan hanya pendek, tetapi juga terganggu perkembangan otaknya sehingga kurang cerdas. Oleh karena itu, stunting merupakan hal yang mengerikan bagi Indonesia dan akan menjadi ancaman terharap kualitas serta kemampuan daya saing bangsa.
Dari sekarang, stunting kita cegah bersama-sama demi memiliki SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045. (FHR)