BPS Catat Ekspor Pertanian Naik 20,84%

Tajuk.co 15/10/2020 16:48 WIB
image
Ekspor pertanian bulan September 2020 naik 20,84% dari bulan sebelumnya, dan naik 16,22% dibanding tahun lalu. (foto: Tajuk.co)

Tajuk.co, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor sektor pertanian mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada bulan September tahun ini sebesar 20,84 %. Sementara bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu, naik sebesar 16,22%.

"Sektor pertanian yang naik 16,22% itu disebabkan kenaikan ekspor beberapa komoditas, seperti sarang burung walet, udang hasil tangkap, sayuran, cengkeh dan juga lada hitam. Kenaikan ekspor pertanian yang konsisten ini diiringi dengan share dari pertambangan yang menyebabkan share dari pertanian pelan-pelan merangkak naik," kata Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Suhariyanto mengatakan, dari kenaikan ekspor sektor pertanian sebesar 20,84% tersebut, setidaknya total nilai ekspor yang didapat mencapai USD0,41 miliar. Capaian itu setidaknya menyumbang sebesar 2,95% dari total nilai eskpor yang sebesar USD14,01 miliar sampai dengan bulan September tahun ini.

"Dari total nilai ekspor sebesar USD14,01 miliar, ekspor non migas menyumbang 94,98%. Sementara industri menyumbang 82,54%, tambang 9,49%, migas 5,02% dan pertanian 2,95%," katanya.

Lebih lanjut Suhariyanto mengatakan, hasil atau komoditas pertanian yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah beberapa produk hortikultura, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan tahunan. Selain itu  juga ada kopi dan lada serta udang hasil tangkar.

"Share pertanian terhadap total ekspor kita bulan September ini baru sehrsar 2,5%, tapi ini meningkat menjadi sebesar 2,95% jika dibanding periode yang sama tahun lalu. Tentunya kita berharap ekspor pertanian ini kedepan akan semakin meningkat," katanya.

Total nilai ekspor pada bulan September ini mencapai USD14,01 miliar atau naik 6,97% dibanding capaian bulan Agustus 2020. Sementara bila dibandingkan tahun 2019 atau secara year on year turun tipis sebesar -0,51%. (TIO)