BPSDMP Pastikan Pembelajaran di PPI Curug Terapkan Protokol Kesehatan

Tajuk.co 28/6/2020 19:44 WIB
image
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Sugihardjo. Foto: HAS/Tajuk.co

Tajuk.co, TANGERANG – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Transportasi Kementerian Perhubungan kembali dilaksanakan secara on campus, dengan pendekatan new normal.

Dimulai dari masuknya kembali taruna ke lingkungan sekolah pada awal Juni secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari para taruna dari penyebaran Covid 19.

Salah satunya adalah Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Tangerang, Banten.

Terkait dengan itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Sugihardjo, memastikan implementasi protokol kesehatan di PPI Curug  selama masa new normal atau kebiasaan baru Covid-19, Minggu (28/6/2020).

"Penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun harus jadi kebiasaan seluruh taruna dan civitas akademi lainnya agar terhindar dari penyebaran Covid-19, dan itu harus dilaksanakan dengan penuh rasa disiplin,” kata Sugihardjo kepada para Taruna.

Menurut Sugihardjo, kebijakan kembalinya taruna ke kampus untuk mengejar ketertinggalan materi praktik yang selama ini tidak dapat dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh, terutama di sekolah vokasi seperti PPI Curug yang porsi materi praktiknya lebih banyak daripada materi teori.

Selain itu, Ia menambahkan, bahwa kegiatan belajar mengajar di kampus di masa new normal akan mengalami perubahan, dengan melakukan kolaborasi antara tatap muka dan virtual, sehingga Protokol Kesehatan di kelas tetap terjaga.

Untuk kedepannya, Sugihardjo meminta kepada para Kepala Pusat Pengembangan SDM di lingkungan BPSDMP dan Kepala Sekolah untuk bekerja sama menyusun strategi pembelelajaran yang mampu mengantisipasi kejadian-kejadian seperti pandemi saat ini, dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang.

“Kepada Kapus dan Kepala Sekolah, saya minta untuk dapat menyusun materi praktik, berbasis komputer atau Computer Based Test, kita tidak tau Force Majeur seperti Covid 19 terjadi lagi di kemudian hari sehingga harus kembali memulangkan taruna, namun kita sudah memiliki persiapan, sehingga saat pembelajaran jarak jauh, taruna tidak hanya mendapat materi teori tapi bisa praktik sesuai kompetensi yang dibutuhkan,” tutup Sugihardjo.(HAS)