BRIN Ciptakan Mobil Listrik Nirawak

Tajuk.co 25/2/2022 20:50 WIB
image
Mobil LIstrik Nirawak buatan BRIN (Gambar: Antara)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan mobil listrik tanpa pengemudi (nirawak). Dilengkapi dengan sistem kemudi micro electric vehicle-teleoperated (MeVI-TDS), kendaraan roda empat ini dapat dioperasikan dari jarak jauh.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Tenaga Listrik dan Mekatronik BRIN, Haznan Abimanyu, di Jakarta, baru-baru ini mengungkapkan, kendaraan ini dikembangkan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan semua moda transportasi di Indonesia harus ramah lingkungan.

Presiden Jokowi menginginkan, kendaraan yang beroperasi di kawasan Ibu Kota Negara (IKN), baik di lingkungan istana, kantor pemerintahan, hingga permukiman pegawai negara menggunakan kendaraan tanpa emisi.

“Kami kembangkan mobil listrik otonom atau tanpa pengemudi untuk mewujudkan keinginan Pak Jokowi,” ujar Koordinator prioritas riset nasional (PRN) Kendaraan Listrik itu.

Generasi pertama mobil otonom ini, lanjut Haznan, tidak diperuntukkan di jalan raya secara umum. Kendaraan ini digunakan untuk melayani transportasi di sejumlah area khusus seperti di kawasan perkantoran, perumahan, bandara, rumah sakit, objek wisata, kebun raya, dan kawasan industri.

Tim Peneliti Gabungan

Haznan menyebut, penelitian sistem itu mulai dilakukan dengan sumber daya gabungan peneliti dari Pusat Riset Informatika, Pusat Riset Tenaga Listrik dan Mekatronik, Pusat Riset Elektronika dan Telekomunikasi, serta Balai Pengembangan Instrumentasi.

"Tim peneliti merancang dan membangun dari awal platform kendaraan listrik yang digunakan. Platform tersebut diperuntukkan bagi kendaraan satu penumpang. Kendaraan ini sering disebut sebagai micro electric vehicle," katanya.

Prototipe mobil listrik otonom tidak dilengkapi pintu samping dan hanya bisa digunakan oleh satu orang,  mirip mobil golf namun dimensinya lebih kecil. Mobil mini ini dilengkapi dengan empat buah lampu LED di bagian depan, lampu rem berbentuk oval di bagian belakang, serta enam lampu LED membentuk segitiga sebagai lampu sein.

Di bagian kap atas, ditambahkan lampu rotator yang akan menyala sebagai alarm jika terjadi kegagalan fungsi dari teleoperation. MEVi-TDS berukuran panjang 1.475 mm, lebar 990 mm dan tinggi 1.470 mm dengan berat sekitar 80 Kg yang disertai dengan velg 8 inci.

Kendaraan listrik nirawak ini juga dilengkapi baterai lithium ion 48 Volt 12 Ah. Daya mobil ini baru bisa dipakai paling lama 46 menit dengan kecepatan maksimal 10,88 km per jam karena digerakkan baterai 12 Ah.

MeVi-TSD juga motor BLDC (brushless dc) 750 Watt dengan tenaga 1 HP, torsi 2,36 Nm yang mampu mengangkat beban hingga 600 Kg. Mobil listrik ini dilengkapi dengan enam sensor ultrasonik yang berfungsi sebagai sensor jarak, sensor IMU untuk mengetahui orientasi kendaraan, GPS untuk mengetahui posisi secara tepat dan empat buah kamera yang berfungsi sebagai vision.

Sementara pusat pengendali sebagai pemroses data di MEVi - TDS menggunakan Nvidia Jetson AGX Xavier yang akan berkomunikasi dengan workstation di pusat pengendali menggunakan jaringan WiFi AC. Adapun topologi infrastruktur telekomunikasi yang digunakan merupakan jaringan wireless multihop.

Secara terpisah, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mendorong MEVi-TDS ini menjadi cikal bakal dari kehadiran kendaraan otonom dengan kapasitas penumpang yang lebih besar, seperti mikro bus dan sejenisnya.

Ia pun meminta para peneliti membuat sejumlah terobosan dan menjalin kerja masa dengan berbagai mitra potensial, terutama industri untuk mengembangkannya.

"MEVo-TDS diharapkan bisa menjadi cikal bakal pengembangan kendaraan otonom untuk kapasitas penumpang yang lebih besar, seperti mikro bus dan bus sedang maupun bus besar," katanya. (SL)