Buang HP ke Laut, MAKI Minta Andi Irfan Jadi Tersangka Halangi Penyidikan

Tajuk.co 22/9/2020 18:57 WIB
image
Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya. Foto: bpp/tajuk.co

Tajuk.co, JAKARTA - Koordinator MAKI Boyamin Saiman meminta kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), agar menetapkan Andi Irfan Jaya (AIJ) sebagai tersangka dalam kasus dugaan menghalangi penyidikan skandal suap pengurusan Fatwa MA, Joko Tjandra (JST).

"Permintaan ini telah disampaikan melalui sarana elektronik kepada Penyidik Gedung Bundar Kejagung (Kejaksaan Agung Muda Pidsus)," ujar Boyamin melalui rilisnya, Selasa (22/9/2020).

Kata Boyamin, dalam surat elektronik itu ia memaparkan kronologi HP milik eks politisi Nasdem itu dibuang demi menghilangkan alat bukti.

"Berdasar informasi, AIJ telah membuang Handphone yang dimilikinya dan dipakai pada bulan November 2019 hingga Agustus 2020 berupa HP merk iPhone 8 yang diduga telah dibuang di laut Losari, waktu pembuangan HP diduga sekitar bulan Juli-Agustus 2020," ucap Boyamin.

Boyamin merinci bahwa HP tersebut berisi percakapan antara Andi Irfan Jaya dengan jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) dan Joko Tjandra.

Percakapan ketiganya terkait rencana permohonan Fatwa perkara Joko Tjandra dan diduga berisi action plan pengurusan Fatwa beserta upah jika berhasil mengurus Fatwa.

"Bahwa dugaan pembuangan HP iPhone 8 milik AIJ tersebut adalah diduga dengan maksud untuk menghilangkan jejak pembicaraan dan kegiatan pengurusan Fatwa JST dengan pihak-pihak terkait (diduga termasuk tokoh politisi dan atau atasan Pinangki) sehingga dengan demikian patut diduga telah menghilangkan barang bukti," ucapnya.

Berdasarkan atas dasar dugaan penghilangan barang bukti tersebut diatas, maka Boyamin meminta kepada Penyidik Jampidsus Kejagung untuk segera menetapkan Irfan Andi Jaya sebagai tersangka dengan dugaan perbuatan pidana Menghalangi Penyidikan sebagaimana dirumuskan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 221 KUHP. (BPP)