Buruh Polisikan Manajemen Bus Pahala Express

Tajuk.co 9/9/2020 15:41 WIB
image
Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) melaporkan manajemen Bus Pahala Express karena menggaji buruh di bawah upah minimum. Foto: mmu/Tajuk.co

Tajuk.co, JAKARTA- Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) melaporkan Perusahaan transportasi berbasis bus, Pahala Express karena membayar buruhnya di bawah upah minimum.

Ketua Departemen Hukum dan Advokasi KPBI, Nelson Saragih berharap Desk Pidana Ketenagakerjaan Polda Metro Jaya segera menetapkan tersangka untuk pembayaran upah di bawah ketentuan Undang-Undang.

“Kami harap tersangkanya ditemukan demi tegaknya kepastian hukum dan keadilan bagi pekerja Pahala Expres. Agar dapat menimbulkan efek jera,'' kata Nelson di Polda Metro Jaya, Rabu (9/9/2020).

Sementara itu, Ketua Umum  Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), Jumisih meminta kepolisian cepat menangani laporan pidana ini. Sebab Pahala Express diduga melanggar Pasal 90 UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tentang pembayaran upah di bawah UMK Bekasi. UU Ketenagakerjaan menyebutkan ancaman pidana hingga 4 tahun bagi pengusaha yang membayar buruhnya di bawah upah minimum.

"Demi tegaknya hak-hak buruh. Hak kawan-kawan Pahala ini bagian dari hak asasi manusia, perusahaan harus dihukum," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sejak berdiri pada 2008, Pahala Express yang berkantor di Kota Bekasi terus mengupah buruh di bawah ketentuan. Sebagian besar buruh yang bekerja di jasa logistik itu hanya mendapatkan upah di kisaran 2 hingga 2,5 juta per bulan. Bahkan, ketika ditambah dengan tunjangan produktivitas (uang makan dsb) upah para buruh tidak mencapai Upah Minimum Kota Bekasi sebesar Rp4,5 juta.(MMU)