Bus Pink Khusus Wanita Kembali Dioperasikan TransJakarta

Tajuk.co 26/7/2022 21:42 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) kembali mengoperasikan bus berwarna pink khusus penumpang wanita. Bus efektif melayani pelanggan mulai Senin (25/7) ini.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor mengatakan pengoperasian bus pink itu sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang aman dan nyaman, khususnya bagi pelanggan wanita.

"Kenyamanan pelanggan prioritas utama kami. Pelayanan bus pink ini merupakan salah satu upaya Transjakarta ikut menangani masalah pelecehan dalam transportasi publik," kata Anang dalam keterangan tertulis, dikutip Senin.

Bus pink nantinya akan melayani rute Pasar Baru-Kalideres (Koridor 3). Transjakarta akan menambah armada bus pink itu secara bertahap.

"Akan ada Petugas Layanan Bus (PLB) yang mendampingi. Baik pengemudi dan PLB yang bertugas semuanya wanita," katanya.

Bus pink akan beroperasi mulai pukul 05.00-22.00 WIB dengan tarif reguler Rp3.500. Pelanggan diwajibkan melakukan tap in dan tap out Kartu Uang Elektronik (KUE) pada gerbang halte.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sempat mengungkapkan kasus pelecehan seksual di tahun 2022 meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.

"Ada peningkatan yang signifikan (kasus) pelecehan seksual di Jakarta menurut laporan dari P2TP2A, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak," kata Riza, Rabu (13/7).

Berdasarkan data P2TP2A, jumlah kasus pelecehan seksual di Jakarta pada 2020 sebanyak 8 kasus.

Kemudian, angka itu menurun menjadi 7 kasus pada 2021. Namun, pada pertengahan 2022 angka tersebut melonjak jadi 15 kasus.

Berdasarkan data, kasus pelecehan seksual paling banyak terjadi di Jakarta Timur dengan lima kasus, disusul Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat masing-masing tiga kasus, dan Jakarta Pusat satu kasus.

Seluruh korban merupakan perempuan dengan rentang usia paling muda 6 tahun dan paling tua 50 tahun. Menurut Riza, kasus pelecehan seksual itu terjadi di tempat-tempat umum, termasuk di sarana transportasi publik. (FHR)