CT Lakukan Groundbreaking Proyek By Pass Padang

Tajuk.co 31/8/2014 06:29 WIB
image
Menko Perekonomian Chairul Tanjung bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melakukan groundbreaking pembangunan by pass dua jalur Kota Padang, Jumat (29/9). Hadir dalam kesempatan itu sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II. Foto: IST

Tajuk.co PADANG – Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung  didampingi Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meresmikan peletakan batu pertaman (groundbreaking) pembangunan jalur dua by pass Padang, Jumat (29/8) di Balaikota Padang, Sumbar.

Ikut dalam acara groundbreaking itu antara lain Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertanian Suswono.

Pembangunan jalur dua by pass ini dilakukan untuk meningkatkatkan kapasitas jalan agar lebih optimal. Secara teknis, ruas jalan sepanjang 27 km ini terdiri atas empat lajur dua arah dan akan dibagi menjadi dua seksi. Seksi 1 sepanjang 5 km (Simpang Gaung - Simpang Lubuk Begalung) dengan konstruksi rigid pavement (beton semen).  Sedangkan Seksi 2 (Simpang  Lubuk Begalung - Duku Fly Over ) sepanjang 22 km dengan konstruksi flexible pavement (aspal beton).

“Pengerjaan jaur dua by Pass ini akan memakan waktu 730 hari kalender, dengan biaya Rp 358 miliar,” kata Joko kirmanto dalam sambutannya.

Jalan itu dibangun dengan lebar 40 meter. Badan jalan 2 x 7 meter, ditambah median jalan 2,5 meter dan bahu jalan kiri dan kanan masing-masing 2 meter. Selain itu, By Pass dua jalur juga disediakan jalur kendaraan roda dua untuk sisi kiri dan kanan, luasnya masing-masing 2,5 meter. Lebar jalan 40 meter yang telah dibebaskan pemko, seluruhnya akan dimanfaatkan untuk pembangunan By Pass dua jalur.

Anggaran untuk pembangunan By Pass jalur dua ini sekitar Rp 358 miliar berasal dari soft loan (pinjaman lunak) dari Korea Selatan. Pembangunan itu melanjutkan jalur sebelumnya yang dibangun pada 1992 lalu. Anggaran sebesar itu juga termasuk untuk pengadaan jembatan di lokasi under pass.  

Pembangunan under pass akan dilakukan di lima titik persimpangan, yaitu simpang Lubuk Begalung, Ketaping, Siteba-Balaibaru, Kuranji dan Kalumbuk. Jalan perkotaan akan berada di bawah jalan By Pass dua jalur.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebutkan, terealisasinya pembangunan jalur dua By Pass ini sangat diharapakan warga Kota Padang dan masyarakat Sumatera Barat. Karena jalur ini penting bagi mobilisasi di pusat pemerintahan provinsi yang menghubungkan dua bandar besar, yaitu Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Internasional Minangkabau.

“Dan jalur By Pass ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menunjang Kota Padang menjadi metropolitan,” katanya.

Irwan menyatakan, Pemprov siap menampung dan menerima segala permasalahan yang masih belum terselesaikan, jadi masyarakat jangan khawatir karena pasti akan dibayarkan dan tidak ada pihak yang akan dirugikan. Apabila dana tersebut kurang akan dianggarkan kembali di APBD tahun selanjutnya,” tegas Gubernur

Sebelumnya, pembangunan jalur dua By Pass Padang ini lama terkendala. Selain masalah teknis dari negara donor, juga alasan pembebasan lahan. Dalam rencana awal dimulai 2012, akhirnya molor dua tahun.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah pada kesempata itu mengatakan, terealisasinya pembangunan ini suatu wujud keseriusan pemerintah untuk peningkatan infrastruktur jalan.

“Rencana menjadikan jalan By Pass Padang dua jalur sudah sejak 2002, kemudian  bergeser pada 2012. Sempat rencana itu dimulai 2012,  namun lahannya tidak siap. Dan baru 2014 ini bisa terealisasi,” terang Mahyeldi.

 "Ruas jalur dua By Pass, saat ini, memang mendesak untuk peningkatan kapasitasnya. Ini semua untuk kepentingan seluruh masyarakat agar mendorong pertumbuhan ekonomi," imbuh dia. (EFS)