Diluncurkan Tahun Depan, Suzuki Jimny Long Mirip Mercy G-Class

Tajuk.co 17/5/2021 09:03 WIB
image
Suzuki akan mengeluarkan Jimny versi long yang penampakan mirip Mercy G-Class

Tajuk.co, JAKARTA - Jimny masih populer di dunia, termasuk Indonesia, dan Suzuki dikabarkan sedang menyiapkan versi yang lebih besar yang dilengkapi 5 pintu yang bakal dihadirkan pada 2022. Jimny versi lebih besar ini akan dinamai Jimny Long. Awalnya versi konsep akan diumumkan di Tokyo Motor Show 2021, namun sayang event itu dibatalkan karena pandemi COVID-19.

Jimny Long dikembangkan berdasarkan JB74 3 pintu (Jimny Siera di Jepang) yang bermesin 1,5 liter. Ukuran bodinya dengan panjang 3.550mm x lebar 1.645mm x tinggi 1.730mm serta jarak sumbu roda 2.250mm. Jimny Long memiliki model 5 pintu dengan jarak sumbu roda yang diperpanjang sekitar 300mm.

Secara signifikan ruang kaki dan ruang bagasi juga ditingkatkan di kursi belakang, sementara mesin akan ditambahkan teknologi turbocharger untuk mengimbangi bobotnya, serta kemungkinan ditambahkan pilihan powertrain hybrid ringan.

Pada Mei 2021, harga Jimny Sierra berkisar antara Rp235 juta hingga Rp270 juta, sedangkan Jimny Long diperkirakan Rp40 juta lebih mahal dibandingkan Jimny Siera karena berspesifikasi kelas atas yang mengingatkan kita pada Mercedes-Benz G-Class.

Belakangan Jimny kembali menjadi pembicaraan setelah perubahan model penuh pada Juli 2018, dan banjir pesanan dengan masa tunggu (indent) cukup lama.

Pada Januari 2021, produksi Jimny dimulai di pabrik Suzuki di India. Ada tanda-tanda perbaikan tanggal pengiriman Jimny di Jepang. Sementara itu, penambahan Jimny (Jimny Sierra) versi lama yang sudah lama dirumorkan kembali menjadi topik hangat.

Salah sumber resmi Suzuki, menanggapi permintaan global yang sedang berlangsung saat ini merupakan prioritas tertinggi, dan pengembangan grade tambahan serta model turunan juga sedang dalam proses penentuan waktu.

Setidaknya daftar produk Jimny Suzuki pasti menyertakan versi 5 pintu yang disebut Jimny Long. Ini diharapkan muncul setelah 2022, ketika situasi produksi akan sedikit lebih tenang.