Dinkes DKI: Pandemi Belum Selesai, PPKM Masih Level 1

Tajuk.co 29/9/2022 21:09 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa saat ini pandemi Covid-19 masih belum usai. Hal ini sekaligus merespons usulan berbagai pihak agar status pandemi dicabut, karena penyebaran Covid-19 mulai melandai.

"Pandemi belum selesai, PPKM masih Level 1," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam sebuah diskusi yang tayang di kanal Youtube Pemprov DKI, sebagaimana dikutip Kamis (29/9).

Namun demikian, Widyastuti mengaku optimistis Pemprov DKI dapat mengatasi pandemi hingga tuntas. Oleh karena itu, DKI juga masih terus berupaya mendorong percepatan vaksin Covid-19 kepada masyarakat yang belum menerima suntikan vaksinasi.

"Tapi kita optimistis insya Allah dengan kolaborasi bersama kita bisa mengatasi pandemi," ungkap dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa soal pencabutan status pandemi itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Kendati begitu Riza menegaskan bahwa Pemprov DKI akan selalu menaati instruksi pemerintah pusat, terutama mengenai masalah pandemi Covid-19.

"Kewenangan seperti itu ada di pemerintah pusat bukan Pemprov, kami akan dukung dan laksanakan apapun kebijakan dari pemerintah pusat," ungkap Riza.

Epidemiolog FKM Universitas Indonesia Pandu Riono mengusulkan agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berkaitan dengan penyebaran virus Covid-19 disetop.

Dia menilai pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali.

"PPKM sudah tidak diperlukan lagi. Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali," kata Pandu beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga menyatakan tak ingin terburu-buru menyatakan pandemi Covid-19 telah berakhir. Menurutnya Indonesia akan tetap mewaspadai potensi penyebaran virus corona.

"Tidak usah segera menyatakan bahwa pandemi sudah selesai, saya kira hati-hati, ada di satu-dua negara yang Covid-nya juga mulai bangkit naik hati-hati, kehati-hatian yang harus diterapkan," ujar Jokowi. (FHR)