DKI: 96 Persen Laporan Pelanggaran PSBB Selesai Ditindaklanjuti

Tajuk.co 16/9/2020 22:33 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA - Kepala BLUD Jakarta Smart City Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Yudhistira menjelaskan sebanyak 96 persen laporan Pelanggaran PSBB selesai ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI Jakarta.

Menurut data yang terkumpul pada periode 1 Maret-15 September 2020, CRM telah menerima sebanyak 5.275 laporan berkaitan dengan pelanggaran PSBB. Dari jumlah tersebut, 96% atau 5.062 laporan telah berhasil ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sementara 2% laporan masih dalam tahap koordinasi, 0,7% laporan masih proses disposisi, 0,7% laporan masih sedang dikerjakan dan 0,7 persen dalam proses menunggu. Masyarakat dapat mengakses dashboard CRM mengenai Pelanggaran PSBB melalui website corona.jakarta.go.id/id/data-visualisasi .

“Upaya penanganan serta penuntasan masalah pandemi Covid-19 di Jakarta menuntut partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, JakLapor hadir sebagai pilihan ideal dalam mewujudkan kolaborasi yang berkelanjutan antara warga dan pemerintah,” lanjut Yudhistira dalam rilis yang diterima tajuk.co, Rabu (16/9).

“Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat menciptakan sebuah ekosistem pengawasan berbasis kerakyatan yang dapat membangun kewaspadaan serta kesadaran bersama untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku selama PSBB”, tambahnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan kembali berlakunya PSBB atau PSBB Jilid II selama dua pekan ke depan.

Keputusan ini diambil berdasarkan peningkatan jumlah pasien positif yang terjadi selama pemberlakuan PSBB Masa Transisi Tahap 1.

Dalam rangka memastikan kebijakan PSBB berjalan efektif, dibutuhkan pengawasan yang ketat dan menyeluruh. Masyarakat Jakarta dapat berpartisipasi secara aktif dalam pengawasan tersebut, dengan melaporkan pelanggaran yang ditemui selama penetapan PSBB.

Untuk menerima laporan yang dibuat oleh warga, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan beragam kanal aduan yang terintegrasi dalam sistem terpusat Cepat Respon Masyarakat (CRM).

Salah satunya adalah aplikasi JAKI atau Jakarta Kini yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Jakarta.

“Melalui aplikasi JAKI, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan pelanggaran PSBB di Jakarta hanya melalui genggaman tangan. Pengguna juga bisa memantau progres penyelesaian dari laporan tersebut secara real-time sehingga ada pengawasan bersama,” tambah Yudhistira.

Dengan aplikasi JAKI, mekanisme pelaporan dilakukan melalui JakLapor. Permasalahan atau pelanggaran yang ditemui oleh warga dapat segera ditindaklanjuti dengan mengikuti tata cara sebagai berikut:

  1. Download dan install aplikasi JAKI melalui Google Play Store atau Apple App Store;
  2. buka aplikasi JAKI dan tekan tombol bergambar kamera pada bagian bawah-tengah layar menu utama;
  3. ambil foto permasalahan atau pelanggaran yang ingin dilaporkan;
  4. pilih kategori permasalahan lalu tulis deskripsi singkat mengenai pelanggaran atau permasalahan yang dilaporkan;
  5. untuk menjaga keamanan, pelapor diimbau untuk tidak memasukkan identitas pribadi dalam foto maupun deskripsi;
  6. tekan tombol kirim untuk mengirimkan laporan. (BDN)