DKI Belum Putuskan Akan Buka Sekolah Tatap Muka Januari 2021

Tajuk.co 22/11/2020 15:10 WIB
image
Ilustrasi Sekolah Tatap Muka (foto: ist)

Tajuk.co, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memutuskan akan membuka sekolah tatap muka pada Bulan Januari tahun 2021.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, hal itu masih menunggu kajian yang dilakukan, khususnya terkait penyebaran COVID-19 dalam dua bulan ke depan.

“Kami belum memutuskan dalam satu dua bulan ke depan, November-januari. Kita akan lihat nanti data-data penyebaran COVID-19 itu sendiri. Jadi terlalu pagi kalau kami menyampaikan tentang kemungkinan di Bulan Januari 2021,” jelas Wagub di Jakarta, Minggu (22/11).

Meskipun demikian, pihaknya telah menyiapkan berbagai regulasi teknis jika kelak diberlakukan sekolah tatap muka.

Selain itu, menurutnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu untuk sekolah bisa dilakukan tatap muka.

“Pertama, ada kesiapan sarana prasarana pendukung di setiap Pendidikan, seperti Hand Sanitizer, pengecekan suhu, diatur jumlah kapasitasnya tidak boleh lebih dari 50 persen, dan sebagainya. Kedua, yang penting juga sekolahnya harus bisa mendukung. Ketiga, yang paling penting adalah wali murid itu diberi kesempatan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka,” jelas Ketua DPD Partai Gerindra tersebut.

Dengan adanya aturan ini, Ariza berharap meskipun misalnya pada Januari 2021 telah diberlakukan kebijakan sekolah tatap muka, namun wali murid atau orang tua siswa diberikan kesempatan untuk memutuskan apakah mengikuti kebijakan tersebut atau tidak.

Diketahui,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim  mengizinkan pemerintah daerah untuk memulai kembali kegiatan belajar tatap muka di sekolah di seluruh zona mulai Januari 2021.

Hal tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi covid-19.

Nadiem sekaligus menegaskan keputusan pembukaan sekolah tatap muka usai hampir 8 bulan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil) dan orang tua melalui komite sekolah.

Ia pun menegaskan, orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun, sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka. (BDN)