DKI Perbanyak Armada untuk Antisipasi Penumpang dari Kendaraan Pribadi ke Umum

Tajuk.co 2/8/2020 16:00 WIB
image
Suasana kemacetan di akses ruas tol dalam kota. Pemprov DKI Jakarta per 3 Agustus 2020 kembali menerapkan Kebijakan Ganjil-Genap untuk ntuk membatasi mobilitas warga dan menghindari adanya penumpukan di jalan.(Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras)

Tajuk.co, JAKARTA -  Kebijakan Ganjil Genap di Provinsi DKI Jakarta kembali diberlakukan mulai Senin, 3 Agustus 2020. Hal tersebut untuk membatasi mobilitas warga dan menghindari adanya penumpukan di jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, dalam konferensi pers bersama Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo, menyatakan pihak telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi adanya potensi shifting (pergeseran) dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"MRT, Transjakarta, LRT kami sudah siapkan. Kami akan kerahkan seluruh armada yang ada untuk back up kebijakan Ganjil Genap besok," tegas Syafrin di Bundaran HI, Minggu (2/8).

Karena itu, dengan berlakunya kebijakan Ganjil Genap, dirinya meminta kepada agar terjadi penyesuaian sistem piket kerja di perkantoran dan seluruh instansi agar mempertimbangkan nomor polisi kendaraan karyawannya.

"Bagi warga yang memiliki kendaraan nopol paling belakang dengan angka ganjil, maka otomatis yang bersangkutan akan meminta ke kantor untuk mendapatkan jadwal kerja di rumah pada tanggal genap, karena tanggal itu dia tidak bisa berangkat ke kantor," terang Syafrin. (BDN)