Dorong Pemerintah Buat Aturan Parpol Tanpa Dinasti, Inisiator KLB Demokrat Singgung AHY-SBY

Tajuk.co 7/4/2021 20:34 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Salah satu inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Hencky Luntungan mendorong pemerintah membuat aturan terkait partai politik yang tidak mengandalkan sistem dinasti.

"Buatlah aturan itu. Harus, aturan terukur dan terbuka," kata Hencky saat menjadi salah satu pembicara dalam diskusi yang digelar PARA SYNDICATE secara daring, Selasa (6/4).

Aturan itu pun, kata dia, memang mesti diterapkan agar tak ada lagi parpol yang melakukan sistem dinasti dalam periode kepemimpinanya. Dia sendiri menyinggung Partai Demokrat yang saat ini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono. Nama Demokrat kata dia, seolah jadi tercoreng dengan sistem dinasti yang diterapkan sepihak keluarga SBY dengan mengangkat AHY sebagai Ketum.

"Ini kan sudah pola yang dimasukkan ya dinasti, ya otorisasi yang berlebihan. Ini merupakan sebuah fenomena, fenomena terhadap gejolak yang terjadi pada sebuah partai yang menggiring nama Demokrat yang jadi tidak demokratis," kata Hencky.

Dia pun menyinggung sikap Ketum saat ini yang seolah tak menghargai konstituen. Sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat, Hencky menilai sikap AHY sudah terlalu otoriter.

"Bagaimana bisa mendapat kepercayaan konstituen, rakyat, kalau sedikit-sedikit, pecat. Konstituen mau ketemu kaya ketemu malaikat," kata dia.

Padahal kata dia, partai politik adalah salah satu elemen penting berdirinya suatu negara demokratis. Maka akan sangat runyam ketika partai yang mengatasnamakan demokratis justru tak bersikap semestinya dan justru membuat sistem dinasti.

"Parpol adalah elemen penting bernegara. mari kita lihat bersama tentang apa sih yang jadi saat ini, bagaimana harusnya sebuah parpol, apakah dinasti atau demokrasi," kata dia.

"Saya walau agak malu, ini partai Demokrat adalah saya. Saya adalah Demokrat. Ketika dia jadi partai dinasti, saya tentu harus introspeksi. thats right I'm the founding father. Malu melihatnya," kata dia. (FHR)