DPR Tegaskan Big Data Penting untuk Simpan Dokumen

Tajuk.co 22/11/2020 18:27 WIB
image
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar. Foto: dpr

Tajuk.co, JAKARTA- Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar menjelaskan bahwa banyaknya data internal DPR RI yang belum tersusun rapih merupakan tantangan tersendiri bagi Kesetjenan dan Badan Keahlian DPR RI dalam mengimplementasikan big data.

Sarjana Teknik Sipil dari Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta itu menilai, di era serba digital, memang sudah seharusnya DPR RI beralih pada basis big data dalam menyimpan dan mempublikasikan dokumen produk hukum atau undang-undang, agar dapat diakses publik secara mudah.

“Harusnya, dan idealnya DPR mempunyai berbagai data untuk pengambilan-pengambilan kebijakan baik dalam fungsi pengawasan, fungsi budgeting, maupun fungsi legislasi. Tapi hari ini data kebutuhan tersebut belum bisa terpenuhi, karena memang perangkat itu masih terbatas,'' kata Indra dalam siaran pers yang diterima Tajuk.co, Minggu (22/11/2020).

Meski saat ini belum, ucap peraih gelar Doktor di bidang Ilmu Manajeman Bisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) itu, kedepan DPR RI bakal menyongsong era big data. Hal itu semata-mata agar produk hukum DPR RI dapat secara cepat, efisien, dan efektif diakses oleh rakyat, khususnya yang berada jauh dari wilayah pusat kekuasaan.

''Kita berharap ke depan dengan adanya big data, berbagai kebutuhan-kebutuhan Dewan di masing-masing Alat Kelengkapan Dewan (AKD) ini dapat kami pasok melalui big data. Sehingga putusan-putusan politik dan juga putusan-putusan strategis Dewan itu akan (semakin) berbasis pada data,” ungkapnya.

Terkait dengan kerahasiaan data, peraih gelar Magister Jurusan Administrasi Negara dari Universitas Indonesia itu memastikan kerahasiaan data akan disikapi dengan cermat. Namun yang lebih penting, menurutnya adalah bahwa berbagai keputusan Dewan itu nantinya harus memiiki eviden berbasis data yang merupakan dasar dari pengambilan keputusan politik yang ada.(MMU)