Efektivitas Vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 Capai 95% di Uji Klinis Tahap Akhir

Tajuk.co 19/11/2020 07:50 WIB
image
Uji Klinis tahap akhir vaksin covid-19 buatan Pfizer dan Biontech menunjukkan efektivitas 95%. (foto: dw.com)

Ujicoba tahap akhir vaksin virus corona BNT162b2 yang dikembangkan oleh Pfizer yang berbasis di AS dan mitra Jerman BioNTech menunjukan hasil yang menggembirakan. Tingkat efektivitas atau keampuhan vaksin mencapai 95%, dengan tingkat keamanan yang baik selama dua bulan terakhir ujicoba. Berdasarkan hasil pengujian fase ketiga, tingkat keselamatan vaksin sudah memenuhi persyaratan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Seperti dilansir Reuters, Pfizer dan Biontech sudah mengajukan ijin pada regulator Amerika Serikat untuk penggunaan darurat vaksin yang prosesnya dimulai beberapa hari ke depan. Mereka juga mengklaim sudah mengirimkan data ujicoba vaksin ke regulator lain di Eropa, Inggris dan Kanada.

Kepala Eksekutif BioNTech Ugur Sahin mengatakan jika semuanya berjalan dengan baik, vaksin tersebut dapat disetujui di AS untuk penggunaan darurat pada pertengahan Desember. Dia menambahkan bahwa persetujuan bersyarat di Uni Eropa, yang telah mendapatkan komitmen dari kedua perusahaan untuk 300 juta dosis , dapat dicapai pada paruh kedua Desember.

Pengumuman itu datang dua hari setelah Moderna, perusahaan AS lainnya, mengatakan vaksin Covid-19 miliknya memiliki efektivitas sebesar 94,5% .

Hasil Uji Klinis

Pfizer dan BioNTech meguji klinis vaksin buatan mereka kepada 44.000 relawan. Awalnya memperkirakan efektivitas vaksin tersebut minimal tingkat 90% efektif, dengan 94 kali infeksi Covid-19. Dengan pengumuman uji klinis Rabu (18/11) kemarin, kedua perusahaan tersebut melibatkan 170 infeksi virus korona.

Menurut data final uji tahap akhir vaksin BNT162b2 menjadi sangat efektif melawan virus Covid-19 selama 28 hari sejak dosis pertama dan efektivitasnya konsisten di semua harga, etnis dan rasa. Kedua perusahaan tersebut mengatakan keefektifan 95% konsisten di seluruh kelompok usia, jenis kelamin dan ras serta demografi etnis. Khasiat pada orang dewasa berusia di atas 65 tahun, yang memiliki peningkatan risiko kematian, mencapai 94%, mereka menambahkan.

"Data menunjukkan vaksin kami mampu memberikan tingkat perlindungan yang tinggi terhadap Covid-19 hanya 29 hari setelah dosis pertama. Selain itu, vaksin dapat ditoleransi dengan baik di semua kelompok usia dengan sebagian besar efek samping ringan hingga sedang," ujar CEO BioNTech Ugur Sahin.

Mereka juga melaporkan bahwa vaksin tersebut dapat ditoleransi dengan baik. Satu-satunya efek samping yang dialami oleh relawan adalah kelelahan dan sakit kepala. Dari 8.000 peserta, 2% mengalami sakit kepala setelah dosis kedua, sedangkan 3,8% mengalami kelelahan. Efek samping yang ada hanya bersifat ringan hingga moderat.

Menurut keterangan relawan suntikan pertama vaksin Pfizer, ada beberapa efek samping yang dirasakan di antaranya sakit kepala dan nyeri otot, seperti setelah divaksinisasi flu. "Efek sampingnya tampak meningkat setelah dosis kedua bulan lalu," jelas Carrie, media Express melaporkan, dikutip Kamis (19/10/2020).

Vaksin Covid-19 BNT162b2 dibuat oleh BioNTech, perusahaan farmasi asal Jerman yang mendapat sokongan dari Pfizer Inc (Amerika Serikat) dan Fosan Pharma (China). Vaksin ini dibuat oleh Ugur Sahin dan Oezlem Teruci. Diketahui orang tua pasangan suami istri ini berdarah Turki. (Reuters/KSL)

Cara Vaksin Bekerja