Forum 2045 Gelar Simposium Nasional Maraton 7-10 April 2021

Tajuk.co 7/4/2021 19:54 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Forum 2045 menggelar Simposium Nasional bertema "Memajukan Kesejahteraan Umum" melalui dari pada 7-10 April 2021. Ketua Panitia Simposium Nasional Dr. Untoro Hariadi mengungkapkan, persiapan Simposium Nasional ini sejatinya sudah dilakukan enam bulan sebelumnya.

Untoro menyebut, sejak 2020 telah muncul obrolan-obrolan ataupun diskusi-diskusi, baik yang selintas atau pun yang memang direncanakan, yang membahas berbagai masalah yang berkembang.

Ia mengatakan, situasi Pandemi Global Covid-19 seperti memberi kesempatan untuk melihat kembali seluruh kondisi bangsa. Diluar daya tahan nasional, Untoro menyebut masih banyak persoalan yang belum tertangani secara optimal.

"Masalah tersebut rupanya akan menjadi lebih kompleks manakala diletakkan dalam rute jauh perjalanan bangsa. Ada pertanyaan yang terus mengganggu. Yakni bagaimana nasib bangsa pada tahun 2045, ketika bangsa merayakan satu abad Proklamasi Kemerdekaan," kata Untoro dalam keterangannya kepada Tajuk.co.

Sebab itu, papar dia, Forum 2045, mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan Simposium Nasional Memajukan Kesejahteraan Umum, dengan arah membawa masalah-masalah mendasar yang dihadapi bangsa.

Ia menekankan semangat Simposium Nasional ini untuk menjadikan masalah-masalah mendasar bangsa sebagai problem publik yang terbuka. Oleh karena itulah, sejak dari awal, atau sejak dalam menyusun naskah kerangka awal, keterlibatan banyak pihak, dibuka seluas- luasnya.

Ia menerangkan, Simposium Nasional “Memajukan Kesejahteraan Umum” akan diselenggarakan selama 4 hari; hari pertama, Rabu, 7 April 2021, Panel Pleno Pembuka dengan narasumber; Prof. Azyumardi Azra, M.A.; Anthony Budiawan; Dr. Karlina Supelli; Dr. (HC) Nursyahbani Katjasungkana, LL.D; Prof. M. Baiquni, M.A.; Sudirman Said, MBA, Ak., CA. Moderator pada acara ini; Dr. R. Rachmy Diana, S.Psi., M.A., Psi. 2. Ubedilah Badrun, S.Pd., M.Si.

Hari kedua, Kamis, 8 April 2021, Panel Ahli Paralel yang terdiri dari 18 tema; 1) Paradigma Memajukan Kesejahteraan Umum, 2) Strategi Pembangunan Nasional dan Tujuan Pembangunan, 3)Lokomotif Pembangunan, 4) Industrialisasi dan Perdagangan, 5) Tata Ruang, Maritim dan Pembangunan Kota, 6) Pembangunan yang Menyelamatkan, 7) Kemandirian Energi, 8) Demokrasi, Partisipasi Publik, Kepemimpinan, 9) Perempuan dan Akses Keadilan, 10) Desentralisasi dan Desa, 11 )Hukum dan Pemberantasan Korupsi, 12) Geopolitik, Pertahanan dan Politik Luar Negeri, 13) Media dan Kepentingan Publik, 14) Pandemi dan Kesehatan Publik, 15) Ekonomi Politik APBN dan Pengelolaannya, 16) Pendudukan dan Tenaga Kerja, 17) Manusia Indonesia, Pendidikan dan Kebudayaan, dan 18) Sains dan Transformasi Digital.

"Sesi ini akan dihadiri sekitar 207 narasumber dan 36 moderator dari seluruh Indonesia dan dari berbagai latar belakang; akademisi, media, swasta, ormas, dan pegiat sosial budaya," terang dia.

Hari ketiga, Jumat, 9 April 2021, Panel Pleno Penutup dimana akan ada sambutan dari Prof. Dr. Marthinus Johanes Saptenno, S.H., M.Hum.; Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.; dan Prof. Drs. Purwo Santoso, M.A., Ph.D. Pada sesi ini akan disampaikan hasil masing-masing panel oleh wakil dari masing- masing panel yang telah ditunjuk, hasil keseluruhan simposium, penyerahan secara simbolik hasil simposium dari peserta ke panitia pelaksana, serta doa penutup oleh Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.

Hari keempat, Sabtu, 10 April 2021, Malam Seni Budaya dan Ramah Tamah yang merupakan penutupan rangkaian acara Simposium Nasional akan disampaikan rencana tindak lanjut hasil simposium oleh anggota Panitia Pengarah; Prof. Dr. Nurhayati Rahman, M.S.; Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum.; dan Prof. Dr. Nurfina Aznam, SU., Apt.

Selanjutnya, ujar dia, naskah hasil Simposium Nasional “Memajukan Kesejahteraan Umum,” pertama, akan diperlakukan sebagai dokumen publik, yakni dokumen yang bisa diakses, atau bagi siapa saja yang berminat atas hasil Simposium Nasional, akan diberikan akses untuk mendapatkannya.

Kedua, naskah hasil simposium didorong dijadikan bahan untuk menghidupkan diskusi-diskusi di berbagai perguruan tinggi, dan atau di berbagai daerah, dengan maksud untuk memperluas dan memperdalam kajian atas masalah-masalah yang telah dibahas dalam Simposium Nasional.

"Forum 2045 percaya bahwa bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak pikiran untuk agar senantiasa punya kemampuan dalam memberikan respon terhadap tantangan yang muncul," terang Untoro. (FHR)