General Motors China Produksi Mobil Listrik Seharga Rp75 Juta

Tajuk.co 28/9/2020 08:05 WIB
image
GM dan Wuiling kolaborasi produksi mobil listrik mini seharga Rp75 Juta. (foto: Carscoops)

Tajuk.co, JAKARTA - Kejutan muncul dari General Motors Co di China. Raksasa otomotif asal Amerika Serikat yang selama ini memproduksi truk dan mobil besar di negeri Tirai bambu itu tiba-tiba merilis kendaraan listrik mungil dengan harga murah, yang dibanderol kurang dari US$ 5.000 atau sekitar Rp 75 juta.

Mobil listrik mini yang dinamakan Hongguang MINI EV itu merupakan kolaborasi SAIC-GM-Wuling Automobile Co. Mobil tersebut saat ini menjadi salah satu paling populer di China karena harganya yang murah dan performanya mampu bersaing dengan mobil listrik setipe buatan Tesla.

Dilansir kantor berita Bloomberg, mobil ini dapat menempuh jarak 170 kilometer dengan sekali pengisian daya. Dengan keunggulan tersebut, tak ayal pesanan untuk Hongguang MINI EV pun telah melebihi 30.000 unit hanya dalam 50 hari.

Penjualan yang tinggi itu juga mencengangkan, mengingat mobil ini tidak mendapat subsidi dari pemerintah China, pasar mobil terbesar, karena jangkauannya yang kurang dari 250 kilometer. Sebelumnya, sejak 1 Juli 2019, pemerintah China memberi subsidi sebesar 60.000 yuan bagi konsumen mobil listrik. Nilai subsidi turun menjadi 21.000 yuan pada tahun 2020.

“Banyak konsumen yang mengedepankan manfaat sebagai alat transportasi ketimbang sebuah kemewahan sebuah kendaraan. Dan ini merupakan ceruk pasar yang sangat besar," kata Yale Zhang, pendiri AutoForesight, sebuah konsultan yang berbasis di Shanghai.

Menurut Zhang, SAIC-GM-Wuling memungkinkan untuk menjual mobil listrik dengan harga yang kompetitif dibandingkan mobil bensin tanpa subsidi pemerintah. Itu adalah pencapaian yang luar biasa. Ini adalah bukti kekuatan mereka dalam pengendalian biaya dan manajemen rantai pasokan.

Tingginya penjualan itu juga menjadi titik balik bagi bisnis GM di China, yang pangsa pasarnya sedang mengalami kemerosotan. Produsen mobil Amerika Serikat (AS) itu pada Januari lalu mengatakan hanya menjual sekitar 3,1 juta kendaraan di China pada 2019, turun 15% dari 2018. (Bloomberg/KSL)

Wuling-E5C-EV