Geram Namanya Dicatut, Paris Fashion Week Siap Gugat Pelaku

Tajuk.co 11/3/2022 06:45 WIB
image
Rombongan selebritis Indonesia menggunakan batik saat menghadiri Paris Fashion Week 2022. (foto: republika online)

JAKARTA, Tajuk.co - Jagad sosial media dihebohkan oleh polemik pencatutan nama Paris Fashion Week (BFW) beberapa hari ini. Kisruh soal Paris Fashion Show pun menjadi perhatian publik dan trending di media sosial.

Beberapa merek Indonesia non-fashion berkolaborasi dengan desainer untuk show di Paris. Sebanyak 10 brand Indonesia menggelar show di Paris namun bukan merupakan bagian dari rangkaian Paris Fashion Week di bawah Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM).

Keriuhan itu berawal saat selebritas yang membawakan produk Indonesia tersebut menggunakan nama Paris Fashion Week. Salah satunya pemilik MS Glow, Shandy Purnamasari yang dituding netizen melakukan pembohongan publik dan mencatut nama salah satu brand penyelenggaraan peragaan busana kelas dunia itu.

Shandy pun menjadi sorotan lantaran dituding mengklaim produknya digandeng Paris Fashion Week. Namun wanita yang dijuluki Crazy Rich dari Malang itu mengatakan jika dirinya memang tidak bergelut di dunia fashion. Namun, dirinya mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan brand luar negeri.

Pengusaha parfum asal Indonesia Lucky Heng dan aktris Wanda Hamidah mengkritik keberadaan brand lokal di Paris yang menggunakan embel-embel Paris Fashion Week. Lucky Heng bahkan menyoroti terlihat begitu mudahnya merek lokal itu menggunakan nama Paris Fashion Week.

Terkait pencatutan BFW, ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Baru-baru ini, penyelenggara salah satu pertunjukan fesyen terbesar di dunia itu melaporkan adanya tindak pencurian identitas dan tawaran lowongan kerja palsu. Hal ini diketahui lewat unggahan Instagram story akun @parisfashionweek yang bercentang biru pada Kamis (10/2/2022).

"Hati-hati, pencurian identitas. Sedang beredar informasi dan tawaran kerja palsu menggunakan nama Féderation de la Haute Couture et de la Mode dan Eksekutif Presidennya," tulis keterangan tersebut.

Féderation de la Haute Couture et de la Mode (FHCM) merupakan badan penyelenggara Paris Fashion Week. Federasi inilah yang menyeleksi siapa saja desainer yang bisa menampilkan karyanya di runway pertunjukan.

Unggahan yang sama juga mengungkap bahwa informasi lowongan kerja palsu itu menawarkan kontrak permanen untuk agensi Egeriam, yang diklaim sebagai agensi kreatif Federasi. Informasi yang mencatut FHCM tersebut disampaikan oleh profil Charlotte Seguin dan Violene La Borde di media sosial, termasuk LinkedIn dan Facebook.

"FHCM dan Eksekutif Presidennya tidak memiliki keterkaitan apapun dengan profil tersebut, karenanya keaslian informasi dipertanyakan," bunyi pernyataan pihak FHCM.