Gubernur Khofifah Sebut Jatim Baru Terima 1.000 Dosis Vaksin PMK dari Kementan

Tajuk.co 19/6/2022 16:30 WIB
image

Tajuk.co, SURABAYA -- Provinsi Jawa Timur baru mendapatkan 1.000 dosis vaksin penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian. Jumlah itu dinilai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, masih sangat minim.

"Vaksin yang dikirim ke Jatim masih minim yakni 1.000 dosis dan baru terpakai sejumlah 200 suntikan. Dalam sekali membuka botol vaksin mampu untuk menyuntik 100 sapi dan harus habis disuntikkan," kata Khofifah, Sabtu (18/6).

Khofifah menegaskan prioritas penyuntikan vaksinasi PMK ini diutamakan bagi sapi perah terlebih dahulu, mengingat pasokan vaksin yang sangat terbatas.

"Saat ini prioritas untuk sapi perah," ujarnya.

Mantan menteri sosial RI ini mengatakan dari total vaksin PMK yang diimpor oleh Kementerian Pertanian sebanyak 3 juta dosis, Jatim mendapat kuota sebanyak 1,5 juta dosis.

Dari jumlah itu baru sebanyak 10 ribu dosis yang telah masuk ke Indonesia, dan 1.000 dosis di antaranya telah didistribusikan ke Jatim pada selasa 14 Juni 2022 lalu.

"Selanjutnya langsung didistribusikan ke Kabupaten Sidoarjo sebanyak 200 dosis dan Pasuruan sebanyak 800 dosis," ucapnya.

Pemberian vaksin PMK kepada sapi ini membutuhkan tiga kali vaksin. Jika tahap pertama dilakukan saat ini. Maka, tahap kedua dilakukan setelah empat atau enam minggu. Sedangkan, tahap ketiga akan diberikan setelah enam bulan pemberian vaksin kedua.

Untuk itu, diharapkan vaksin lokal dari Pusvetma bisa segera rampung pada akhir Juli atau awal Agustus ini. Apalagi transmisi PMK antar hewan ternak disebut begitu cepat.

"Kebutuhan vaksin menurut kami sangat emergency sekali. Karena percepatan transmisi penularan PMK sangat cepat. Oleh karena itu, kami harap ada percepatan suplai vaksin dari pemerintah pusat sembari menunggu vaksin lokal dari Pusvetma," ucap dia.

Lebih lanjut, kata dia, penanganan PMK ini mirip dengan penanganan Covid-19. Proses menularnya yang melalui airborne ini juga menjadikan penyebaran virus PMK lebih cepat.

Maka, cara terbaik melakukan pencegahan penularan adalah melakukan proteksi dan isolasi. Proteksi tidak dilakukan pada daerah yang terdampak saja melainkan juga pada daerah yang hewan ternaknya masih terjaga sehat.

"Jadi yang sehat tolong dijaga untuk tidak keluar agar tetap sehat," ujarnya.

Bedasarkan data dari Dinas Peternakan Jatim jumlah vaksin yang diharapkan akan masuk ke Jatim ialah sebanyak 1,5 juta dosis. Nantinya vaksin itu akan diprioritaskan untuk seluruh sapi potong dan sapi perah.

Selebihnya pada sapi potong dengan pola ring vaksinasi. Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang masih sehat. Sedangkan untuk ternak yang sakit menunggu sampai sembuh.

"Nantinya, untuk melanjutkan program vaksinasi pada ternak di Jawa Timur sebanyak 10,5 juta ekor, baik sapi, kerbau, kambing maupun domba. Selanjutnya kami menunggu vaksin PMK yang diproduksi oleh Pusvetma Surabaya," pungkas dia. (FHR)